Putusan PK, dr Ayu Bebas dari Dakwaan Malpraktik

dr ayu

Jakarta, KTD- Akibat suara Hakim agung Prof Dr Surya Jaya yang menyatakan dr Ayu dkk bersalah dan harus dihukum, tapi lantaran suara 4 hakim agung lainnya berbeda, sehingga dr Ayu bebas dari dakwaan malpraktik.

Dalam permohonan PK itu, dr Ayu, dr Hendy dan dr Hendry menyatakan dirinya tidak bersalah karena penanganan pasien sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sesuai dengan aturan pada Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK). Namun menurut Surya Jaya, alasan itu tidak tepat.

"Kesimpulan (sesuai SOP) itu keliru sebab tanpa mengemukakan dan menguraikan seperti apa ukuran SOP para dokter dalam operasi Cito Sesco Sesaria dihubungkan dengan perbuatan materiil terpidana saat terjadinya operasi terhadap korban Siska Makatey," kata Surya Jaya seperti terungkap dalam putusan PK yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Sabtu (31/5/14).

Putusan itu diketok oleh 5 hakim agung yaitu Dr M Saleh, Maruap Dohmatiga Pasaribu, Prof Dr Surya Jaya Syarifuddin dan Margono pada 7 Februari 2014.

Menurut satu-satunya hakim dari 14 hakim yang membebaskan Antasari Azhar itu, dr Ayu dkk tidak menguraikan usaha atau ikhtiar apa yang dilakukan dalam menjalankan dan menegakan SOP itu. Para pemohon hanya menyatakan telah sesuai SOP.

"Berdasarkan alasan pertimbangan tersebut, Pembaca I berpendapat bahwa alasan PK pada pemohon PK tidak dapat menunjukan adanya novum atau bukti baru atau pelbagai putusan yang saling bertentangan satu dengan lainnya atau kekeliruan yang nyata atau khilaf dilakukan hakim judex juris (kasasi) dalam hal menyatakan para terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 359 KUHP," kata hakim agung yang memenjarakan koruptor Adrian Waworuntu hingga meninggal dunia itu.

Adrian merupakan satu-satunya koruptor di Indonesia yang dihukum paling lama yaitu penjara seumur hidup. Adrian kini menghuni Lapas Sukamiskin, Bandung.(bbs)

Category: HukrimTags:
No Response

Leave a reply "Putusan PK, dr Ayu Bebas dari Dakwaan Malpraktik"