Ini Penyebab Minat Siswa Belajar Sastra Rendah

Karawang, KTD Minat siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia terlebih materi sastra sangat rendah. Hal ini diungkapkan guru bahasa Indonesia SMAN 4 Karawang, Rindi Antika S.Pd saat diwawancarai mengenai persiapan lomba bulan bahasa di sekolahnya yang akan diadakan, Selasa (31/10) depan.
Rindi mengakui perkembangan dunia sastra kalangan pelajar khususnya di Karawang mengalami kemunduran. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut salah satu diantaranya, pemberian durasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 (kurtilas) sedikit.
“Beda dengan KTSP yang menyediakan waktu belajar lebih banyak. Dalam pembelajaran di kurtilas, materi lebih difokuskan ke pembelajaran melalui teks,” ungkap Anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Karawang ini.
Selain faktor kurtilas, ia melanjutkan, kesadaran pentingnya membaca buku oleh siswa juga masih rendah. Kecanggihan teknologi dan dunia informatika yang serba instan dianggap sebagai dalang utama penyebab siswa betah dengan zona nyamanya sebagai pelajar. Padahal menurutnya, kunci agar bisa mencintai sastra dimulai dari kegemaranya membaca buku.
“Siswa sudah dimanjakan dengan banyak tontonan di media sosial. Baca buku mereka anggap sebagai kebiasaan yang merepotkan,” kata Rindi.
Ia terus berusaha melakukan inovasi dalam menyediakan bahan pembelajaran sastra kepada siswanya di kelas, sebagai salah satu cara mendekatkan siswa kepada dunia sastra. Inovasi yang sedang ia lakukan yaitu mengubah pembelajaran teks menjadi visual.
“Contohnya pembelajaran puisi, saya suruh siswa untuk membuat media sinematisasi puisi, yang saya anggap mewakili dua unsure, yaitu edukasi dan hiburan. Cara ini sudah terbukti ampuh untuk menarik minat siswa belajar tentang sastra,” pungkasnya. (Panji)
Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Ini Penyebab Minat Siswa Belajar Sastra Rendah"