Mulyono Gantikan Sri Rahayu Jadi Ketua DPD Golkar Karawang?

Karawang, KTD- Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikabarkan mulai melakukan bersih-bersih terhadap kader partai yang selama ini dinilai mendukung pencalonan Gubernur dan Wakll Gubernur Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqin.

Diketahui, pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat asal Karawang, Sukur Mulyono, menerima SK sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang. Sukur Mulyono diwajibkan melakukan konsolidasi internal dan menyiapkan Musdalub (MusyawarahDaerah Luar Biasa) partai Golkar Kabupaten Karawang.

Mulyono mengatakan, akan segera mengkonsolidasikan semua elemen yang ada di tubuh Partai Golkar baik itu para PK, pengurus DPD, dan sayap partai untuk menyiapkan Musdalub.

"Waktu Musdalub akan disesuaikan dengan kesiapan semua pihak. Yang pasti bakal kami lakukan secepatnya," katanya kepada wartawan seusai menerima SK Plt.

Sementara Sri Rahayu Sri membenarkan jika ada upaya untuk mencopot dirinya sebagai Ketua DPD Golkar Karawang. Namun, ia mengauku tidak melihat SK tersebut, tetapi hanya mendapat laporan dari kader yang masih setia terhadap dirinya. Sri menepis pencopotan jabatannya itu.

"Saya masih menjadi Ketua DPD Golkar Karawang, buktinya saya mendapat undangan dan menghadiri Munaslub," kata Sri.

Sri Rahayu membeberkan, dia sudah melaporkan masalah ini ke DPP partai Golkar dan para pengurus sepakat jika pencopotan terhadap dirinya oleh DPD Golkar Jawa Barat tidak sah. Persoalan ini akan segera diselesaikan oleh DPP setelah Munaslub.

"Silakan saja mereka mengklaim mendapat SK DPD Jawa Barat, tapi yang memiliki legalitasnya itu saya dan diakui oleh DPP," katanya.

Buktinya, sambungnya, ada Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Nomor : KEP-68/GOLKAR/XII/2017 yang ditandatangani Dedi Mulyadi. Namun, Sri Rahayu mengaku surat tidak sah karena tidak melalui mekanisme yang diatur dalam AD/ART partai. (Panji)

 

Category: Politik
No Response

Leave a reply "Mulyono Gantikan Sri Rahayu Jadi Ketua DPD Golkar Karawang?"