Ingin Volume Sampah di Sekolahmu Berkurang? SMKN 1 Karawang Punya Tipsnya Nih, Gais

Karawang, KTD- Meski berjalan belum ada satu bulan, program "Neskar Berkaizen" yang diciptakan SMKN 1 Karawang sepertinya sudah mulai menampakan hasil. Program ini merupakan sebuah upaya untuk mengurangi banyaknya volume sampah di lingkungan sekolah.

Bagian Kesiswaan SMKN 1 Karawang, Aliya M.Pd mengatakan, program tersebut diterapkan oleh seluruh keluarga besar SMKN 1 Karawang baik siswa maupun guru dengan tujuan agar menciptakan lingkungan bersih dari sampah.

"Sekarang siswa dan guru diharuskan membawa wadah makanan sendiri. Pihak sekolah juga sudah menginstruksikan kepada pihak kantin agar tidak melayani siswa atau guru yang tidak membawa wadah makanan, karena setelah program ini berjalan, kantin tidak diperbolehkan membungkus makanan dengan sterofoam ataupun plastik," kata Aliya saat diwawancarai.

Menurut Alia, persoalan sampah yang menumpuk menjadi fenomena tersendiri di lingkungan pendidikan khususnya di SMKN 1 Karawang. Dengan jumlah lebih dari 3000 siswa, setiap harinya, dihasilkan sampah rata-rata 70 meter kubik per bulan yang berasal dari botol minuman, plastik dan sterofoam.

Dengan adanya program tersebut, kata Alia, pihak sekolah selain berupaya mengurangi volume sampah, juga mengajarkan siswa untuk menjalankan pola hidup sehat serta membangun kembali

kebersamaan.

"Selama ini mereka kan makan dari makanan yang dibungkus sterofoam. Sedangkan kita tahu sterofoam memiliki kandungan zat kimia yang membahayakan. Selain itu, kebiasaan jajan atau makan di kantin sendirian, berganti dengan budaya makan bersama-sama di beranda kelas. Ternyata program ini memang membawa banyak dampak positif," katanya.

Dia menganggap keberhasilan mengurangi sampah di lingkungan sekolahnya, bisa diduplikasi oleh sekolah maupun instansi lainnya. Ia meyakini, program itu sangat membantu Pemerintah Kabupaten (pemkab) Karawang dalam upaya mengurangi sampah di daerah.

Pono Siswanto, salah satu tim penggagas program "Neskar Kaizen" mengaku setelah 3 minggu program berjalan, pihak sekolah memperoleh hasil mencengangkan. Data yang sudah tercatat mengungkap volume sampah mengalami penurunan drastis.

"Sebelum ada program ini, biasanya pengangkutan sampah yang dilakukan seminggu sekali membutuhkan 2 truck. Itupun volume sampah sangat besar dan menggunung. Kalau sekarang setelah dilakukan cek lapangan, yang biasanya volume sampah rata rata 70 meter kubik per bulan, sekarang sudah tidak ada. Yang tersisa di bank sampah paling botol plastik dan dedaunan saja," pungkasnya. (nji)

Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Ingin Volume Sampah di Sekolahmu Berkurang? SMKN 1 Karawang Punya Tipsnya Nih, Gais"