Terakreditasi A, Ruang Kelas SDN Parakan 1 Nyaris Roboh

 

 

Karawang, KTD-  Hampir tiga tahun masa bulan madu kepemimpinan Cellica Jimmy sebagai pemangku kebijakan di Kabupaten Karawang, ternyata masih banyak menyisakan catatan hitam disana sini. Salah satu yang paling mencolok adalah dunia pendidikan, dimana ada perbedaan kondisi infrastuktur antara sekolah kota dan pinggiran yang sangat jelas terlihat. Jika saja publik mau menarik lagi ke belakang , belum ada program tepat sasaran yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia pendidikan pasca Cellica Jimmy dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang. Kalaupun ada, biasanya hanya bersifat ceremonial dan darurat saja. Seperti contoh ambruknya bangunan yang terjadi di sekolah beberapa waktu lalu. Setelah muncul di pemberitaan biasanya Bupati atau Wakil langsung bertindak memberikan penanganan. Namun apakah prosedurnya harus selalu seperti itu? Apakah harus ada yang ambruk dulu? atau jangan-jangan menunggu ada siswa meregang nyawa karena tertimpa bangunan, lalu keduanya sibuk berlomba-lomba mencari citra masyarakat demi mendapat simpati siapa lebih peduli? Semoga saja tidak.

Sama halnya dengan usia perjalanan Cellica Jimmy, bangunan SDN Parakan 1 yang terletak di Kampung Parakan Desa Parakan Kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang ini nyaris ambruk. Atap ruangan rusak, langit-langit ruangan sudah mulai jebol dan kondisi jendela pun sudah tidak layak. Ini adalah tahun ketiga dimana seluruh kegiatan di ruang kelas yang kondisinya rusak tersebut dihentikan oleh pihak sekolah. Lebih mirisnya lagi, sekolah tersebut ternyata berstatus sebagai sekolah terakreditasi A. Sekolah yang letaknya di pinggir sungai irigasi dan berdiri di tanah milik pengairan ini juga memiliki akses jalan buruk. Jika datang musim hujan seperti sekarang, banyak dikeluhkan oleh orang tua siswa karena kesulitan melewati medan yang becek dan berlumpur. Pada musim kemarau, tanah jadi sangat kering. Jalan tanah jadi pecah-pecah dan tak mampu menahan beban kendaraan yang melewatinya. Selain itu, banyaknya debu yang beterbangan menjadi masalah serius bagi pengguna jalan. Dalam jangka panjang, terlalu banyak menghirup udara berdebu bisa berakibat pada terganggunya organ pernapasan. Gangguan paling ringan misalnya batuk. Gangguan lebih berat misalnya radang paru-paru hingga kanker saluran pernapasan.

Didi salah seorang guru mengatakan, pada saat ruang kelas masih bisa digunakan, pihak sekolah sempat membicarakan dan mengajukan ke UPTD Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang setelah mengatahui ada beberapa ruang kelas di SDN I Parakan yang sudah mulai rusak.

“Tahun sebelumnya kita sudah coba mengajukan ke instansi terkait namun tidak ada jawaban. Tahun ini pun kita coba mengajukan kembali untuk perbaikan ruang kelas yang rusak itu. Katanya nanti akan diperbaiki di tahun 2018,” ujar Didi, Kamis (29/3) pagi.

Pihaknya tidak mengtahui alasan mengapa proses pengajuan sangat lama. Meski begitu, sudah ada pihak terkait yang melakukan survey ke sekolah.

“Apa mungkin ruang kelas yang rusak ini berada di tanah pengairan kita juga enggak tau. Karena katanya, akan ada pelebaran jalan dan ruang kelas yang rusak sebagian kena, karena berada di tanah pengairan,” jelas Didi.

Hingga saat ini, lanjut dia, ruang kelas dibiarkan kosong tanpa adanya aktivitas kegiatan belajar dan mengajar. Hal tersebut dilakukan demi keamanan para murid dan guru, agar terhindar dari kemungkinan adanya bahaya yang diakibatkan oleh kondisi kelas.

"Pihak sekolah menggunakan sistem kelas pagi dan siang, karena tidak mungkin memaksakan siswa belajar di dalam ruang kelas yang rusak," katanya. (nji)

Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "Terakreditasi A, Ruang Kelas SDN Parakan 1 Nyaris Roboh"