Kekurangan Komputer, UN SMP di Karawang Belum Bisa UNBK

Karawang, KTD- Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMP negeri di Kabupaten Karawang mengaku belum bisa melaksanakan Ujian Nasional (UN) dengan menerapkan sistem daring (online) karena ketersediaan fasilitas yang belum terpenuhi, seperti kurangnya jumlah komputer atau laptop sebagai syarat melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala SMPN 1 Karawang Barat, Rukmana mengungkapkan, hingga pelaksanaan tahun ketiga UN yang seharusnya menggunakan sistem daring, sekolahnya belum bisa menerapkan sistem tersebut dengan alasan jumlah komputer yang tidak memenuhi standar kriteria untuk melaksanakan UNBK, yaitu sepertiga jumlah seluruh siswa. Dengan jumlah siswa terbanyak peserta UN tahun ini, pihaknya hanya memiliki 50 komputer saja.
"Siswa kelas 9 yang ikut UN jumlahnya 696 orang. Ini termasuk jumlah peserta terbanyak se-Kabupaten Karawang. Tahun ini, kami masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) karena jumlah komputer yang tersedia kalah dengan jumlah peserta yang ikut UN," ungkap Rukmana saat diwawancarai, Senin (23/4) pagi di sekolahnya.
Rukmana menjelaskan, jika sekolah memaksakan UN dengan sistem online, secara kalkulasi, pihaknya harus menyediakan tambahan sekitar 220 komputer lagi. Jumlah tersebut sudah sesuai dengan pembagian 1/3 dari jumlah seluruh siswa. Namun, melihat banyaknya kekurangan komputer, ia tidak yakin sekolahnya bisa melaksanakan UNBK di tahun-tahun mendatang, kecuali ada program dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berupa bantuan komputer untuk sekolah-sekolah.
"Kami memang berharap bisa melaksanakan UNBK karena generasi milenial sudah sangat lekat dengan era digital. Tapi kalau penyediaan komputer hanya dibebankan oleh pihak sekolah saja, kami yakin UNBK tidak akan terealisasi di tahun tahun mendatang," katanya.
Hal serupa diungkapkan Kepala SMPN 3 Karawang Barat, Raden Darajat (Ajat) yang mengaku kebutuhan sarana komputer atau laptop bagi pihak sekolah memang sangat mendesak. Ajat menyebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini diterima untuk pengadaan barang sangat kurang.
"Anggaran dari BOS untuk pengadaan komputer itu cuma 1 buah saja. Kalau hanya mengandalkan BOS, saya kira tidak akan bisa mengcover kebutuhan untuk persiapan UNBK," ungkap Ajat.
Sementara pihak Disdikpora Karawang berencana menganggarkan pengadaan komputer sekolah sebesar Rp. 20 Miliar di tahun 2019. Nandang Mulyana selaku Sekdisdikpora Karawang menyebut anggaran tersebut nantinya digunakan untuk merealisasikan UNBK SMP tahun 2019.
"Tahun depan kami menginginkan bisa melaksanakan 50 persen UNBK. Selanjutnya di tahun berikutnya, seluruh SMP bisa dijamin untuk UNBK. Jadi Karawang tahun 2020 semua SMP tidak lagi ujian menggunakan pensil dan kertas," ucapnya. (nji)
Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "Kekurangan Komputer, UN SMP di Karawang Belum Bisa UNBK"