Soal Pemagangan dan Beasiswa, Disnaker Minta Perusahaan Fokus Kerjasama dengan SMK

 

 

 

 

 

 

Karawang, KTD- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) dan Wakil Bupati Karawang, berencana mengkorelasikan perusahaan dengan ratusan SMK di Karawang.  Hal itu dikemukakan keduanya saat menggelar rapat dadakan di Telagasari bersama sejumlah HRD dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) belum lama ini.

Kadisnaker Karawang, Suroto mengatakan, belajar dari kesuksesan SMK PGRI Telagasari dalam program pemagangan dan beasiswa kuliah S1 ke berbagai negara atas kerjasama Perusahaan dan Universitas dengan sekolah tersebut, ia terinspirasi untuk mengawinkan perusahaan yang ada di Karawang dengan SMK yang ada di Karawang.

“Dari ribuan perusahaan yang ada, misalnya 1 perusahaan saja sudi memberikan beasiswa dan program magang keluar negeri sebanyak 10 anak dikalikan 500 perusahaan saja dulu,  dalam setahun sudah ada 5 ribu anak binaan perusahaan yang memiliki skill yang terampil dan siap memberikan kontribusi bagi perusahaan di Karawang,” ucap Suroto.

Apalagi, lanjut dia, yang dikuliahkan sampai jenjang S1,  sehingga kedepan, industri di Karawang tidak akan sulit rasanya mencari tenaga dengan kompetensi dan keterampilan dengan status S1, semuanya sudah tersedia dengan optimal. Karena itu, pihaknya siap dorong untuk peningkatan kemampuan para lulusan SMK lewat wacana program kawin ini.

"Gak usah banyak, 1 PT kuliahan dan magangkan siswa SMK 10 orang saja keluar negeri, untuk 500 perusahaan saja sudah 5 ribu dalam setahun lulusan magang dan lulusan S1 kita punya kompetensi yang baik," Katanya.

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari mengatakan, ada kebanggaan jika pihak SMK lepas anak kuliah di Taiwan, 3 hari kerja 2 hari kuliah selama 2 tahun dapat tunjangan Rp 9 juta perbulan, pulang ke Indonesia kemudian direkrut perusahaan.

“Mengapa tidak hal ini di ikuti 1.768 perusahaan yang ada di Karawang. Kalau seandainya Disnaker tidak lemot, program semacam ini seharusnya bisa berjalan optimal dihampir semua SMK di Karawang,” ujar Jimmy.

Untuk itu, sebutnya, ia menginginkan semua perusahaan bisa menguliahkan anak-anak SMK di Karawang, dan juga bisa memberi kesempatan magang keluar negeri. Tidak usah banyak-banyak, minimal 1 perusahaan 10 anak SMK  saja setiap tahun, kalau dikalikan 1.000 perusahaan saja sudah 10 ribu anak memiliki kompetensi yang handal atas binaan perusahaan.

"Gampang kok urus tenaga kerja mah, asalkan nawaetunya bener. Ayo kita gulung tuh perusahaan, kawinkan dengan SMK yang ada di Karawang, gak susah kan," sebutnya. (nji)

 

Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "Soal Pemagangan dan Beasiswa, Disnaker Minta Perusahaan Fokus Kerjasama dengan SMK"