Kisruh Periodesasi Diakhiri dengan Pelantikan 473 Kepsek

 

Karawang, KTD- Polemik periodisasi Kepala Sekolah di Karawang yang kisruh hampir setengah tahun lamanya ini akhirnya mencapai titik klimaks ditandai dengan pelantikan 473 calon Kepala Sekolah (cakep) SD-SMP se Kabupaten Karawang, Jumat (4/8) sore di Plaza Pemda. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyatakan polemik tersebut harus benar benar berakhir agar kondusivitas pendidikan di Karawang kembali berjalan dengan baik.

"Ditengah polemik adanya interpretasi Permendikbud Nomor 6 Tahun 2008 adalah pembelajaran kita semua. Pelantikan cakep daftar tunggu telah dikaji secara mendalam oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dengan berpedoman pada Permendikbud Nomor 28 tahun 2010," ujar Cellica dalam sambutanya.
Cellica juga mengharapkan pembuktian kinerja para kepsek yang baru dilantik tersebut untuk bersama sama meningkatkan IPM Kabupaten Karawang.
"Tahun 2017 lalu data dari BPS menyebutkan harapan lama sekolah baru mencapai 7,34 persen. Angka ini masih jauh dari harapan kita. Untuk itu, saya minta jajaran Disdikpora memotivasi kinerja kinerja para kepsek agar bisa bersama sama melampaui indeks pendidikan di Karawang," ungkap Cellica.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Asep Aang Rahmatullah menjelaskan, kepsek yang tugasnya berakhir sampai dengan 12 Januari 2018 dan 5 April 2018 masa berlaku tugasnya sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. Pihaknya memahami ‘masa berakhirnya tugas’ itu mengacu kepada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014. Berdasar UU ini, kata Aang, keputusan dengan sendirinya menjadi berakhir dan tidak mempunyai kekuatan hukum.
Lebih lanjut ia menjelaskan, mengenai surat dari Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) yang beredar (Nomor Surat 10608/B5/LL/2018 perihal Penjelasan Informasi Regulasi Mengenai Mekanisme Pengangkatan Kepala Sekolah), Aang katakan, surat tersebut memperlihatkan inkonsistensi antar satu surat dengan surat yang lain, dan tidak sesuai dengan pasal 21 (ketentuan peralihan).
“Artinya, yang dapat diperpanjang adalah kepala sekolah yang masih menjabat setelah tanggal 9 April 2018. Oleh karena itu, dikembalikan lagi aturan yang lebih tinggi sesuai dengan hirarki perundang-undangan. Hal tersebut diperkuat dengan surat Mendikbud nomor 46470/MPK/KP/2018 tanggal 19 Juli 2018 kepada Dirjen GTK untuk melakukan review terhadap langkah yang diambil oleh Dirjen GTK tersebut. Terutama terkait pelaksanaan diklat penguatan kepala sekolah. Berkaitan calon kepala sekolah yang masuk daftar waiting list menjadi prioritas utama untuk diangkat, itu didasarkan Permendikbud 28/2010,” urai Aang.
Perlu diketahui, Kepsek yang dinyatakan berakhir masa tugasnya itu sebanyak 419 orang. Di antaranya, 245 orang yang periodesasi 12 Januari 2018, dan 170 orang yang periodesasi 5 April 2018. Ditambah 4 orang yang mengundurkan diri. Sedangkan yang diangkat menjadi kepala sekolah 423 orang. Untuk di SD Negeri 389 orang, serta di SMP Negeri 34 orang. Adapun rekapitulasi kepala sekolah yang dilantik tahun 2018, totalnya mencapai 1.115 orang. Dengan rincian, di SD Negeri 1.032 orang, dan SMP Negeri 83 orang. (nji)
Category: Peristiwa
No Response

Leave a reply "Kisruh Periodesasi Diakhiri dengan Pelantikan 473 Kepsek"