Pelajar Tak Boleh Ikut Politik Praktis, Sekda Teddy : Tapi Jangan Golput

 

Karawang, KTD- Sekertaris Daerah (sekda) Kabupaten Karawang, Teddy Rusfendi meminta pelajar SMA/SMK yang notabene sebagai pemilih pemula agar tidak terjebak dalam arus politik praktis. Teddy menganggap sengkarut pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang riskan di media sosial, bisa meracuni para pemilih pemula untuk terjebak dalam politik praktis.
"Itu kalau saya lihat di medsos kan sudah rame ya. Padahal pilpres juga masih lama. Pelajar ini kan usianya belum matang. Secara berpikir juga masih labil. Takut mereka terjebak dan ikut ikutan berpolitik praktis di lingkungan sekolahnya," ungkap Teddy saat diwawancarai di kegiatan upacara peringatan HUT RI ke-73 di Lapangan Karangpawitan, Jumat (17/8) pagi.
Teddy juga mengingatkan kepada pihak sekolah agar melakukan pengawasan terhadap peserta didiknya serta bisa menjadi pihak yang bisa meredam perselisihan jika seandainya sengkarut perdebatan pilpres dibawa ke ranah sekolah. Kata Sekda, ini juga berlaku tidak hanya untuk siswa, tapi juga untuk guru dan kepala sekolah yang bisa jadi melakukan politik praktis secara sembunyi sembunyi di lingkungan sekolahnya tersebut.
"Nanti akan ada surat buat sekolah soal itu. Intinya kami meminta kepsek, guru dan siswa tidak berpolitik praktis. Area sekolah sebagai lingkungan pendidikan harus bersih dari hal hal semacam itu," tegasnya.
Meski tidak diperbolehkan berpolitik praktis, Sekda meminta para pemilih pemula untuk bisa menggunakan hak pilihnya secara bijak. Lebih lanjut ia mengatakan, pemilih pemula harus mengenali lebih jauh siapa sosok yang menjadi capres dan cawapres 2019.
"Pokoknya jangan golput. Gunakan hak pilih kalian dengan hati. Dan yang jauh lebih penting, tidak perlu ada perdebatan dan permusuhan. Beda itu biasa," katanya. (nji)
Category: Pendidikan, Sekda Karawang
No Response

Leave a reply "Pelajar Tak Boleh Ikut Politik Praktis, Sekda Teddy : Tapi Jangan Golput"