SMA Korpri Bekali Peserta Didik Penguatan Karakter dan Anti Korupsi

Karawang, KTD- Penanaman nilai-nilai anti korupsi melalui pendidikan perlu dilakukan sejak dini, terus-menerus dan berkesinambungan. Setiap peserta didik diperkenalkan dengan nilai-nilai, diberikan contoh-contoh dalam bentuk aksi nyata dan keteladanan, dibiasakan melalui semua kegiatan dan  pembelajaran di sekolah, di rumah dan di masyarakat sehingga mereka memiliki integritas yang kuat atau memiliki sikap serta perilaku anti korupsi. Demikian yang disampaikan Pembina SMA Korpri, Mamat Bunyamin saat menyampaikan materi di Seminar Penguatan Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi dihadapan ratusan pelajar SMA Korpri, Kamis (16/8) pagi.

Mamat menjelaskan, para peserta didik wajib diberi pendidikan dan pengasuhan yang tepat sehingga mereka menjadi manusia  unggul yang memiliki integritas, kecerdasan, dan energi yang cukup. Proses tersebut terintegrasi atau menjadi bagian dari pendidikan karakter.
"Pendidikan karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya," terang maman.
Pemateri lainnya, KH. Anding Mujahidin M.Ag dari Lembaga Pendidikan Ilmu Qur'an (LPIQ) Kabupaten Karawang mengatakan, pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini. Dalam hal ini keluarga memiliki beban yang sangat vital dalam memberikan pendidikan kejujuran dan antikorupsi terhadap anak-anaknya. Keberhasilan sebuah negara tidak terlepas dari keberhasilan keluarga di dalam mendidik anak-anaknya yang kelak diharapkan menjadi generasi masa depan yang lebih baik.
"Anak umur 1-6 tahun harus dididik dengan lembut. Pendidikan kejujuran harus diajarkan secara intensif dan berkesinambungan. Orang tua harus selalu memantau karakter anak agar menjadi orang yang jujur terhadap Tuhannya, dirinya sendiri, dan orang lain," kata Anding.
Saking pentingnya pendidikan orang tua terhadap anaknya, kata Anding, Rasulullah memerintahkan orang tua agar menyuruh anak-anaknya untuk melakukan ibadah sejak umur tujuh tahun dan ketika telah berumur sepuluh tahun, maka orang tua diperbolehkan memberikan sanksi kepada anak yang tidak mau melakukan ibadah. Tujuannya adalah membiasakan anak melakukan ibadah, agar kelak dia istiqomah dan senang untuk melakukannya.
"Oleh karena itulah, dalam pencegahan korupsi, orang tua dan guru harus keras mendidik anak-anak untuk menghindari tindakan korupsi dengan cara mengajari anak agar terbiasa jujur, wara` dan takut kepada Allah. Hal-hal kecil yang berhubungan dengan kejujuran harus dijaga ketat oleh  orang tua dan guru. Contohnya, membiasakan anak untuk mengembalikan barang temuan kepada pemiliknya, mengembalikan uang kembalian yang lebih kepada pedagang, menjaga anak agar tidak sembarangan menggunakan barang milik temannya ketika bermain," ujarnya. (nji)
Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "SMA Korpri Bekali Peserta Didik Penguatan Karakter dan Anti Korupsi"