Memilukan, Orang Tua Saksikan Prosesi Pemakaman Sang Buah Hati Melalui Video Call

 

Karawang, KTD- Kisah yang menimpa almarhumah Fitri Novita R (14) siswi MTS Al-Ahliyah, Kotabaru Kabupaten Karawang yang tewas tertabrak kereta, Minggu (26/8) sore sungguh memilukan. Prosesi pemakaman almarhumah terpaksa dilaksanakan tanpa kehadiran kedua orang tua tercinta. Ibu almarhumah diketahui sedang bekerja di Taiwan. Sementara ayahnya pulang kampung ke Padang, Sumatera Barat pasca bercerai dengan sang ibu. Keduanya hanya bisa menyaksikan pemakaman sang buah hati melalui saluran video call.

“Waktu jenazah almarhumah diturunkan ke liang lahat, mamahnya langsung jerit nangis kencang. Warga yang ikut melayat juga semua nangis menyaksikan pemandangan itu. Bahkan salah satu paman almarhumah sempat mau pingsan saat liang lahat mulai ditutup. Kalau ayah almarhum waktu awal bisa dihubungi, tapi setelah itu tidak bisa kemungkinan karena masalah jaringan,” kata pihak keluarga, Srika Hamidah saat diwawancarai, Minggu (26/8) malam.

Srika menceritakan, kejadian tragis yang menimpa salah satu keluarganya tersebut menjadi duka yang mendalam, terlebih yang dirasakan oleh ibu almarhumah Fitri. Pasalnya, ibu almarhumah akan pulang ke Karawang dalam waktu dekat membawa oleh oleh handphone sesuai janji ibunya kepada almarhumah. Namun, takdir berkata lain. Belum sempat bertemu lagi dengan buah hati tercinta dan memenuhi janjinya, Fitri telah berpulang menghadap Sang Khalik.

“Disana ibu almarhumah kebetulan punya majikan baik. Jadi kepulangnya dari Taiwan ke Karawang bisa dipercepat untuk melihat pusara anaknya,” ucapnya.

Perlu diketahui, Fitri Novita R, siswi MTS Al-Ahliyah Kotabaru Kabupaten Karawang meregang nyawa, Minggu (26/8) di Kampung Gandoang RT 01/RW 08, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang setelah tubuhnya dihantam Kereta Api Jayabaya dari arah Cikampek menuju ke Cirebon. Menurut salah satu saksi mata di tempat kejadian , Tamrin (65) mengatakan, korban yang memakai seragam sekolah tersebut terlihat sedang berjalan menyebrangi rel kereta api. Padahal dari arah Cikampek ada kereta yang sedang melintas.

“Ya langsung ketabrak. Tubuhnya terpental sampai sekitar 1 meter. Langsung meninggal di tempat,” ungkap Tamrin. (nji)

Category: Peristiwa
No Response

Leave a reply "Memilukan, Orang Tua Saksikan Prosesi Pemakaman Sang Buah Hati Melalui Video Call"