Rawan Gesekan, KNPI Ajak Tim Sukses Kampanye dengan Santun

Karawang, KTD- Menyikapi perhelatan pemilu yang berdekatan dengan pilpres tahun 2019 mendatang, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang mengajak kepada seluruh tim sukses dan tim pemenangan pasangan calon legislatif maupun calon presiden wakil presiden untuk dapat bersikap santun dalam berkampanye dalam mempromosikan calonya masing-masing. Hal ini ditegaskan Ketua KNPI Kabupaten Karawang, Lukman N Iraz.

Lukman mengatakan, sudah barang tentu setiap pasangan calon punya basis masa dan mungkin karena fanatisme, ketika di kritik pasti massa pendukungnya akan marah. Hal itu sudah sering terjadi di media sosial. Sengkarut pileg dan pilpres yang dilaksanakan masih setahun lagi tersebut, sudah ramai diperbedatkan di media sosial.
“Seharusnya yang perlu dikedepankan adalah  program dari setiap pasangan calon untuk indonesia ke depan. Bukan menyerang kekurangan fisik atau pribadi seseorang,” kata Lukman saat diwawancarai, Kamis  (30/8) pagi di kantor KNPI.
Ia mencontohkan, ada masyarakat yang tidak setuju naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL). Tentunya, kata dia, pemerintah punya alasan khusus dan harus diinformasikan kepada masyarakat alasan tersebut.
“Sementara buat masyarakat yang tidak setuju harus bisa memberikan argumentasi maka disitu akan terjadi objektifitas,” ucapnya.
Ia berpesan kepada seluruh komponen pemuda agar waspada, jangan sampai peran pemuda yang harusnya melakukan proyeksi untuk indonesia ke depan justru malah dicemari oleh pihak pihak yang menginginkan indonesia tidak utuh. Bahkan, di Kabupaten Karawang, ia sendiri sudah mensyinyalir ada kelompok kecil yang ingin membuat kekacauan dengan mendompleng kelompok lain yang lebih besar.
“Sebagai kader bangsa yang baik, seluruh elemen masyarakat mulai dari DPD dan OKP senantiasa berhati hati dan membuka komunikasi jika ada di lapangan terjadi sesuatu yang kontraproduktif,” pungkasnya. (nji)
Category: Politik
No Response

Leave a reply "Rawan Gesekan, KNPI Ajak Tim Sukses Kampanye dengan Santun"