Perilaku Gay di Karawang Jadi Penyumbang Tinggi bagi Penularan HIV/AIDS

 

Karawang, KTD- Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karawang hingga Agustus 2018 meningkat. Angka tertinggi penular HIV/AIDS menurut data yang diperoleh dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang didominasi oleh pasangan sesama jenis (homoseksual/gay) mengalahkan Wanita Penjaja Seks (WPS). Data menyebut dari tahun 1992 sampai dengan Agustus 2018, ada 598 (67 persen) kasus penularan HIV/AIDS yang ditularkan oleh pria. Sementara untuk wanita ada 300 (33 persen) kasus. semua data yang dimiliki oleh KPA merupakan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan yang mendeteksi dan menangani penderita.

"Kalau dulu memang penularan terbanyak akibat sex bebas dengan berganti-ganti pasangan dan jarum suntik yang pada pemakaian narkoba. Namun, Belakangan ini peningkatan kasus HIV ataupun AIDS tertinggi adalah kelompok homo seksual atau Gay," ujar Sekretaris Komisis Penanggulangan Aids Kabupaten Karawang melalui Staf KPA, Awan Gunawan, Kamis (6/9) sore.

Awan mengungkapkan, bahwa laki-laki penyuka sesama jenis lebih mudah menularkan HIV dan AIDS dibanding perempuan yang memiliki kecenderungan seksual serupa. Berdarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan oleh pihak KPA di beberapa titik pusat di Kabupaten Karawang, para kaum homoseksual memiliki komunitas dengan jumlah anggota mencapai ratusan orang yang menyebar di seluruh kecamatan. Penularan HIV/AIDS melalui penyimpangan seks lelaki suka lelaki (LSL) ini cukup dikhawatirkan karena mereka juga dapat menularkan kepada lawan jenis.

"Lebih tinggi (laki-laki), kalau perempuan karena lebih tertutup jadi tidak menular. Kalau laki-laki pasti tinggi sekali angka itu," kata Awan.

Ia juga menyebut, pihaknya mencatat kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun di Kabupaten Karawang naik drastis. Tahun ini saja, kata dia, ada penambahan 57 orang baru penderita HIV/AIDS dengan total 898 kasus. Sementara tahun lalu, ada 841 kasus.

“Makanya, kami senantiasa berupaya optimal dan secara rutin melakukan pencegahan sejak dini.  Melalui edukasi dan sosialisasi secara masif kepada segenap lapisan warga masyarakat tentang bahaya HIV-AIDS, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan," bebernya.

Di lain sisi, ia mengakui tugas KPA terbilang cukup berat. Sebab pada saat menemukan kasus baru HIV-AIDS, KPA harus dapat mengarahkan para pengidap HIV-AIDS, supaya konsisten melakukan pengobatan.

“Karena berdasarkan data yang ada di KPA, tidak sedikit pengidap HIV-AIDS yang berhenti berobat di tengah jalan. Selain itu, KPA juga harus berupaya optimal menekan dan mengurangi angka kematian para pengidap HIV-AIDS,” ungkapnya. (nji)

 

 

 

Category: Sorotan
No Response

Leave a reply "Perilaku Gay di Karawang Jadi Penyumbang Tinggi bagi Penularan HIV/AIDS"