Orasi Calon Ketos SMAN 5 Karawang Diwarnai Perkelahian Ratusan Siswa

 

Karawang, KTD- Lingkungan pendidikan yang sewajarnya bisa menjadi wadah generasi muda membentuk karakter dan menimba ilmu sebagai bekal masa depan, tercoreng akibat ulah brutal siswa SMAN 5 Karawang. Salah satu SMAN Favorit di Karawang ini, Senin (16/9) pagi, ratusan siswanya terlibat aksi saling serang dan perkelahian antar siswa di sekolah tersebut. Yang lebih mengherankan lagi, tidak ada satu gurupun yang berada di lokasi untuk melerai keributan itu.

Peristiwa perkelahian itu terjadi pada saat berlangsungnya kegiatan orasi calon Ketua Osis (Ketos) yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Pemicunya hanya karena beda pendapat antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Awalnya, ada salah satu calon Ketos yang sedang menyampaikan visi misinya melalui pengeras suara, namun oleh sekelompok siswa, visi misi yang disampaikan oleh calon Ketos tersebut berlebihan dan terlalu mengada-ada. Sementara kelompok siswa lainnya, membela calon Ketos yang tengah disudutkan dengan alasan, visi misi yang disampaikan diklaim sejalan mewakili harapan seluruh siswa lainnya. Adu beda pendapat pun tidak bisa dielakan lagi. Mereka saling membenarkan pendapat masing masing hingga akhirnya perkelahian antar dua kelompok tersebut pecah.

Keributan yang berlangsung hampir 10 menit lamanya itu ternyata hanyalah sebuah sandiwara yang jauh-jauh hari sudah direncanakan oleh guru-guru dan siswa kelas 12. Tujuanya hanya satu, yaitu memberikan kejutan ulang tahun untuk Kepala Sekolah (kepsek) mereka, Agus Setiawan M.Pd yang merayakan hari jadinya ke-50 tahun.

"Jadi perkelahian antar siswa itu hanya sandiwara saja ya. Bukan sungguhan. Saya dan guru guru lainnya sudah merencanakan bersama siswa kelas 12. Tapi untuk siswa kelas 10 dan 11 memang tidak kami kasih tahu. Mereka mungkin berpikirnya ini kejadian sungguhan. Alhamdulillah, kami rasa kejutan ini berhasil. Pak Agus sampai terharu karena beliau pasti berpikir keributan itu bukan rekayasa," ungkap Wakil Kesiswaan SMAN 5 Karawang, Dety Yulianti saat diwawancarai di sekolahnya.

 

Bahkan kata Dety, guru-guru sebelumnya sudah diinstruksikan untuk tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuk kepsek baik melalui lisan maupun telepon atau Whatsapp (WA). Ia ingin memberikan kesan seolah-olah, seluruh guru memang lupa jika hari ini adalah hari ulang tahun kepsek mereka yang tercinta.

"Saya selaku sutradara acara ribut-ribut ini, minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Agus. Tapi kami yakin hari ini tidak akan terlupakan oleh beliau. kami doakan semakin sukses, sehat selalu dan tetap menjadi pimpinan terbaik buat keluarga besar SMAN 5 Karawang," ucapnya. (nji)

Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "Orasi Calon Ketos SMAN 5 Karawang Diwarnai Perkelahian Ratusan Siswa"