Ketua PGRI Maklumi Guru yang Mogok Ngajar Demi Ikut Aksi

 

 

Karawang,  KTD- Banyaknya guru honorer K2 yang mengikuti aksi di depan Gedung Pemkab Karawang, Selasa (18/9) pagi secara otomatis meninggalkan pekerjaan mereka mengajar di kelas dan menelantarkan puluhan bahkan ratusan siswanya. Meski demikian, Ketua PGRI Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana mengaku tidak mempersoalkan absenya guru honorer K2 di sekolah yang lebih mementingkan ikut aksi ketimbang mengajar di kelas.

"Tidak jadi soal itu. Mereka kan jelas datang kesini ikut aksi. Bukan ke Mall," kata Nandang saat diwawancarai.

Nandang menganggap keikutsertaan para guru honorer dalam aksi tersebut merupakan sebuah keharusan karena mereka sedang memperjuangkan nasib dan masa depanya sendiri. Lagipula, kata Nandang, mereka datang aksi tidak sendiri melainkan bersama rekan-rekan guru yang lain yang juga sedang berjuang bersama sama demi bisa jadi CPNS.

"Saya tidak permasalahkan itu. Bahkan mau sering demo juga tidak apa apa asal memang jelas memperjuangkan nasibnya. Kita berjuang bersama-sama," ucapnya.

Sementara salah satu guru honorer asal SDN Ciwaringin 1, Kecamatan Lemahabang, Rindi Andriany S.Pd terpaksa harus meninggalkan murid-muridnya demi bisa ikut serta dalam aksi tersebut. Ia tidak khawatir jika ada yang beranggapan negatif soal keikusertaanya sebagai salah satu peserta aksi. Pasalnya, rekan rekan sejawatnya pun ikut turun ke jalan didampingi Wakil Ketua dan Sekertaris PGRI Kecamatan Lemahabang.

"Di sekolah ada 160 siswa yang sementara dibimbing oleh tiga guru PNS. Empat guru honorer semuanya ikut aksi," ungkapnya. (nji)

Category: Peristiwa
No Response

Leave a reply "Ketua PGRI Maklumi Guru yang Mogok Ngajar Demi Ikut Aksi"