YIAB dan Sampoerna Inisiasi Program Peningkatan Guru Sekolah Vokasi

Karawang, KTD- Tingginya angka pengangguran lulusan SMK baik secara nasional ataupun lokal di Kabupaten Karawang begitu memprihatinkan. Penyebab utamanya adalah adalah karena tidak mengimbangi pendidikan dan karakter mental, dimana budaya, karakter dan mental kerja dalam karir atau  bisnis kurang diperkenalkan, sehingga setiap lulusan tidak akrab atau belum menjadi karakter mereka. Atas kondisi tersebut, PT HM Sampoerna Tbk dengan payung program Sampoerna untuk Indonesia dan bekerja sama dengan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa (YIAB) berinisiatif membentuk Program Peningkatan untuk Guru Sekolah Vokasi (SMK PASTI SIAP III 2018).

Ketua Yayasan Inspirasi Anak Bangsa, Eko Syahputra, menyatakan bahwa SMK Pasti Siap 2018 ini akan menentukan bagaimana manfaat program ini akan berjalan secara berkelanjutan.

“YIAB telah menyiapkan exit strategi agar apa yang menjadi tujuan program, yaitu meningkatkan kapasitas lulusan SMK di Kabupaten Karawang dapat terus bergulir pada tahun-tahun mendatang, walau telah lepas dari bimbingan intensif,” kata Eko saat memberikan sambutan kegiatan program SMK PASTI SIAP di Aula Husni Hamid, Rabu (24/10) pagi.

Eko menjelaskan, program yang merupakan kontribusi CSR ini akan berlangsung selama 6 bulan ke depan, hingga Februari 2019. Fokus program ini adalah peningkatan kapasitas dan kualitas kelulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar lulusannya lebih siap untuk bersaing dalam karir dan bisnis, sehingga menciptakan daya serap yang tinggi di dunia Industri. Namun berbeda dengan SMK Pasti Siap pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini pelatihan intensif dan pendampingannya lebih fokus pada guru sebagai penerima manfaatnya. Peserta utama program adalah 28 guru dari 7 sekolah terpilih, dan program ini juga akan melibatkan minimal 350 siswa yang dibimbing secara langsung oleh para peserta program (guru). Sekolah vokasi yang mendapat kesempatan terbaik pada program ini diantaranya, SMKN 3, SMKN Pertanian, SMK Bina Karya 1, SMK Bina Karya 2, SMK PGRI 1, SMK Taruna Karya 1 dan SMK Wirasaba

Eko memaparkan, beberapa strategi menuju keberlanjutan yang telah dipersiapkan diantaranya, (1) Berkordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan agar kurikulum program ini dapat diimplementasikan pada kurikulum kejuruan lokal, atau Balai Latihan Kerja, (2) Para Guru menjadi agen perubahan, yang mampu meneruskan pembekalan, sehingga di tahun-tahun berikutnya program bisa berjalan mandiri pada masing-masing sekolah, (3) Database lulusan program ini akan siap diberdayakan untuk membantu guru menjadi mentor bagi adik mereka, (4) Setidaknya satu dari serangkaian program yang akan diimplementasikan kembali (replikasi) di tahun-tahun mendatang. (5) Landmark yang dibangun akan menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi keberlangsungan Pendidikan, bahkan Budaya dan Pariwisata.

Selanjutnya ia menambahkan, adapun indikator keberhasilan yang ditetapkan pada program ini diantaranya, (1) Guru mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menghasilkan lulusan kejuruan untuk menghadapi persaingan global, (2) Guru mampu menciptakan komunikasi yang baik dan siswa untuk menciptakan sistem pembelajaran yang baik, (3) Guru dapat memberikan pelatihan dan konseling kepada siswa tentang pengetahuan yang diperlukan untuk siswa sekolah kejuruan sebelum memasuki persaingan industri dan bisnis, (4) Guru dapat memberikan pelatihan, pendampingan dan simulasi kepada siswa dalam kegiatan sosial dan budaya, dan (5) Program ini juga dapat meningkatkan peran perempuan di sekolah-sekolah kejuruan. (May)

 

 

 

Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "YIAB dan Sampoerna Inisiasi Program Peningkatan Guru Sekolah Vokasi"