Basarnas: ‘Diperkirakan tak ada yang selamat’

 

 

 

Karawang, KTD- Basarnas akan terus melakukan pencarian, kendati nyaris tak ada harapan untuk menemukan penumpang dan awak yang selamat, kata Direktur Operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bambang Suryo Aji.

“Prediksi saya tidak ada yang selamat karena melihat potongan tubuh itu. Selain itu, kejadiannya sudah beberapa jam lalu, jadi sudah pasti meninggal semua,” tegasnya, dalam jumpa pers Senin sore, seperti dilaporkan Quinawati Pasaribu.

Sejauh ini sudah tujuh kantong jenazah berisi bagian-bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang dibawa ke RS Bhayangkara Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Besok akan dilakukan upaya identifikasi," kata Selain itu, kata Direktur Operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bambang Suryo Aji,

Selain itu, kata Bambang Suryo Aji, hasil pencarian sejauh ini sudah mendapatkan patahan ekor pesawat.

“Bagian ekor serpihan pesawat yang ada logo singa. Tapi patahan itu tak ada bekas terbakar, hanya patah saja,” ujar Bambang Suryo Aji saat jumpa pers di kantor Basarnas, Jakarta.

Sayangnya, menurut Bambang, tim penyelam yang berjumlah 40 orang belum bisa bergerak karena belum diketahui lokasi pasti bangkai pesawat. Untuk itu, Basarnas masih menunggu laporan dari KRI Rigel untuk memastikan dimana titik pastinya.

“Saat ini Tim SAR masih berupaya mencari. Pukul 15.00 WIB tadi kita dibantu kapal KRI Rigel namun belum ada laporan hasil survey mencari bangkai pesawat.”

Namun ia memastikan, pencarian akan dilakukan nonstop.

Menurut Basarnas, saat pesawat mengalami distress atau darurat SOS, alat penangkap sinyal Meolut tak menangkapnya. Basarnas lantas mengecek ke Australia dan ternyata tak menerima sinyal darurat dari Lion Air. Saat hilang kontak pesawat ini berada di ketinggian 2.500-3.000 kaki.

 

Keluarga pasrah dan cemas

Para sanak saudara penumpang pesawat Lion Air JT610 yang jatuh, diliputi kesedihan mendalam, namun pada umumnya pasrah.

Vina, salah satunya, mengatakan bahwa yang dia harapkan hanyalah tiga keluarganya yang menumpang pesawat itu, bisa ditemukan, dalam kondisi apa pun.

Tiga penumpang itu adalah Adonia Magdiel Bongkal (52), Michelle Vergina Bongkal (21), dan Mathew Darryl Bongkal (13).

Ketiga kerabatnya itu berangkat ke Bangka untuk menghadiri pemakaman sang nenek yang meninggal kemarin.

“Jadi kita di sini sedang berduka juga karena nenek baru meninggal kemarin. Hari ini pemakamannya. Jadi Michelle sekeluarga pulang ke Bangka untuk acara pemakaman,” kata Vina saat dihubungi BBC News Indonesia lewat sambungan telepon, Senin (29/10).

Michelle sempat mengontak ibunya sebelum terbang, sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun beberapa puluh menit kemudian, teman dan keluarga di Jakarta mengabari jatuhnya pesawat .

"Sampai kira-kira pukul 07.30 WIB, kita masih terus mencoba menelpon Michelle, berharap dijawab, tapi tak ada nada sambung," kata Vina.

Baru pagi tadi, ia mendatangi kantor Lion di Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang.

"Kita juga serahkan data seperti foto, KTP, dan juga nomor telepon. Saya juga lagi tunggu telepon dari pihak Lion tapi belum ada. Katanya keluarga akan diterbangkan ke Jakarta tapi belum tahu kapan. Disuruh tunggu aja,” kata Vina. (nji/net)

Category: Nasional

No Response

Leave a reply "Basarnas: ‘Diperkirakan tak ada yang selamat’"