Sambut Revolusi Industri, Faperta Unsika Akan Buka Jurusan Baru

 

Karawang, KTD- Indonesia saat ini memasuki era disruptif atau gangguan. Termasuk juga di sektor pendidikan tinggi. Sejumlah program studi (prodi) yang sudah berjalan saat ini dinilai masih dibutuhkan masyarakat, di tengah gempuran era disruptif. Namun tidak bisa dielakkan bakal munculnya prodi-prodi baru untuk menyesuaikan permintaan.

Abdul Wahid Maktub Staf Khusus Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengatakan, setidaknya ada dua yang masih dibutuhkan masyarakat di tengah era disrutif. Yakni prodi gizi dan pangan.

"Gizi dan pangan adalah kebutuhan penting. Tidak akan digantikan oleh komputer," kata Abdul Wahid saat menyampaikan kuliah umum dengan tema “Kesiapan Perguruan Tinggi Menghadapi Era Disrupsi dan Revolusi Industri 4.0.” di Aula Unsika belum lama ini.

Abdul Hadi menuturkan, di era disruptif atau revolusi industri 4.0 banyak sekali pekerjaan-perkejaan yang diambil alih oleh komputer. Melalui kecanggihan sistem kecerdasan buatan. Tetapi untuk bidang gizi dan pangan, menurutnya bakal terus membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Dekan Fakultas Pertanian Unsika, Sulistyo Sidik Purnomo mengungkapkan, Unsika dalam hal ini Fakultas Pertanian menyiapkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Persiapan itu dilakukan untuk mencetak lulusan yang kompeten dan menjawab tantangan di era revolusi industry 4.0 saat ini.

"Kurikulum dapat dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menjadi pedoman dalam proses pembelajaran untuk menciptakan lulusan yang kompeten,"kata Sulistyo saat diwawancarai.

Ia menilai, penguasaan teknologi digital sangat diperlukan bagi lulusan Perguruan Tinggi untuk menjawab tantangan yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi tersebut. Dalam menyambut era industri 4.0, pihaknya tetap menjalankan tugasnya sebagai kampus yang bergerak di sektor pertanian.

"Pertanian juga perlu dikembangkan mengikuti era industri 4.0," katanya.

 Untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi pertanian, Fakultas Pertanian Unsika juga menyiapkan langkah untuk mencetak lulusan yang berkompeten.

"Mau tidak mau harus memperluas program studi dan kajian. Akan dibuka jurusan Teknologi industri pertanian agar lulusan ini kompeten di dunia kerja nanti," ucapnya. (nji)

Category: Pendidikan
No Response

Leave a reply "Sambut Revolusi Industri, Faperta Unsika Akan Buka Jurusan Baru"