Pelajar dan Generasi Muda Perlu Terlibat Pelestarian Monumen Rawagede

 

Karawang, KTD- Keterlibatan generasi muda akan pentingnya nilai sejarah nasional yang ada di Karawang menjadi hal penting bagi pelestarian sumber informasi momentum sejarah di Karawang, salah satunya Monumen Rawagede. Selain dirawat dan dijaga, monumen pejuang Rawagede sudah sepantasnya memiliki pewaris karena itu satu-satunya bukti sejarah yang menjadi pelengkap sejarah nasional Indonesia di Kabupaten Karawang. Hal itu diungkapkan penjaga monumen Rawagede, Sutarman, Minggu (9/12), tepat 71 tahun peristiwa yang merenggut 451 nyawa penduduk tak berdosa.

Sutarman mengingatkan perlunya keterlibatan generasi muda sebagai penerus.

“Sudah sepantasnya monumen ini dirawat dan dijaga kaum muda, khususnya dari kalangan akademisi,” ucap Sutarman.

Dikatakan Sutarman dia selalu jika ada anak sekolah ataupun mahasiswa yang berkunjung ke taman makam pahlawan Rawagede. Apalagi dengan membawa bekal rasa penasaran tentang bagaimana taman makam pahlawan ini bisa berdiri. Pasalnya, dengan begitu akan banyak yang mengetahui sejarah ini selain dirinya.

“Di Karawang yang tahu jelas tentang monumen Rawagede ini tidak ada lagi selain saya,” ujarnya.

Dirinya sangat mengharapkan ada penerus dari siswa maupun mahasiswa yang bisa mengetahui secara detail tentang taman makam pahlawan Rawagede dan isi sejarahnya, karena nantinya dapat menjelaskan kepada pengunjung lain. Ia pun menerangkan, berbagai catatan dan data yang pernah ia gali telah lengkap. Bahkan sempat ia jadikan satu bundel buku bacaan yang dapat dikonsumsi publik.

Sementara siswa SMPN 1 Pedes Novi Laraswati mengaku mengunjungi tempat tersebut awalnya hanya perjalanan wisata saja. Namun setelah melihat kondisi taman makam pahlawan yang sejuk dan mendapatkan beberapa penjelasan dari pihak pengelola ia merasa tertarik untuk belajar sejarah lebih banyak lagi.

“Niatnya cuma pengen tahu saja, tapi setelah mendengar penjelasanya menarik juga. Apalagi tempatnya juga yang adem,” katanya.

Dia mengaku kaget setelah pengelola monumen menjelaskan tentang simbol bangunan yang berada di taman makam pahlawan ini. Khususnya bagunan berwarna putih persegi lima ini, ternyata mempunyai banyak arti yang tak di sangka sebelumnya. Mulai dari anak tangga yang berjumlah 17, ruangan kaca berisi patung di dalam yang mempunyai 8 sudut, hingga mempunyai 4 pintu masuk.

“Ternyata semuanya menggambarkan kemerdekaan Indonesia. Belum lagi ukiran tangan yang menempel di dindingnya,” katanya.

Belum lagi, lanjutnya, dengan penjelasan bagaimana terjadinya pembantaian di taman makam pahlawan Rawagede ini, siapa saja yang berperan dalam perang ini, jumlah makam yang ada di dalam, dan banyak hal lain yang menurut mereka masih menyimpan penasaran. (myz)

 

Category: Peristiwa
No Response

Leave a reply "Pelajar dan Generasi Muda Perlu Terlibat Pelestarian Monumen Rawagede"