Happening Art Komunitas Tanpa Nama Sindir Generasi yang Lupa Tradisi

 

Karawang, KTD- Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-74, Komunitas Tanpa Nama dan Teater Salemba ( SMA NEGERI 1 Lemahabang) kembali menggelar pertunjukan Happening Art 2019 di Lapangan Upacara Kecamatan Lemah Abang, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Ketua Komunitas Tanpa Nama, Yusuf Ardiansyah mengatakan, pagelaran yang dilaksanakan tahun ini merupakan pentas ketujuh kali sejak tahun 2013 lalu. Setiap tahunya selalu mengangkat tema berbeda-beda.

“Kali ini kami mengangkat tema Menolak lupa dan mempertimbangkan tradisi,” kata laki laki yang akrab disapa Mamang ini saat diwawancarai selepas pementasan.

Dijelaskan Mamang, ide dan gagasan besar tema ini berangkat dari Posmodern, yaitu sebuah gerakan atau faham yang berkembang setelah era modern. Masyarakat Postmodern adalah bagian dari masyarakat yang lebih visual, 'masyarakat tontonan' karena masyarakat postmodern didominasi oleh televisi dan internet.

“Kami menghubungkan dengan era sekarang. Dalam satu adegan yang kami pentaskan, ada orang yang bermain game dan terasing dari realitas dan ada juga manusia generasi Z bagian dari manusia virtual.  Sebenarnya ada juga adegan dimana permainan jadul (gangsing/panggal, gatrik, congklak dll) kalah oleh permainan zaman sekarang,” papar Mamang.

“Pementasan Happening Art melibatkan 40 orang terdiri dari para pelajar SMAN 1 Lemahabang dan alumni Teater Salemba,” pungkasnya. (red)

Category: Budpar, Karawang
No Response

Leave a reply "Happening Art Komunitas Tanpa Nama Sindir Generasi yang Lupa Tradisi"