Ini Lafal Niat dan Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha

 

 

Karawang, KTD- Puasasunah Arafah jatuh pada 9 Zulhijah, yaitu hari ketika jamaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Puasa Arafah memiliki keutamaan begitu besar. Oleh karenanya para ulama memasukkan puasa Arafah ke dalam puasa sunah yang sangat dianjurkan (muakkad).

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Muslim:

"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu," (HR Muslim).

Mereka yang ingin berpuasa Arafah dianjurkan untuk melafalkan niat puasa sunah Arafah di malam harinya. Berikut ini lafal niat Puasa Arafah:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT."

Orang yang ingin berpuasa sunah Arafah di siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat sunah puasa Arafah seketika itu juga.

Lafal Niat Puasa Sunah Arafah

Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh hingga gelincir matahari atau Zuhur.

Berikut ini lafal niat puasa sunah Arafah di siang hari:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT." Wallahu a’lam. (red/net)

Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Ini Lafal Niat dan Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha"