Samsat Menggelar Operasi Gabungan

0 1338
Samsat Saat Rajia Gabungan (eel)

Samsat Saat Rajia Gabungan (eel)

KARAWANG, KTD – Dalam rangka penertiban admisitrasi surat kepemilikan kendaraan bermotor, sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) menggelar operasi gabungan terpadu.

Dalam operasi gabungan ini Samsat menyertakan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Operasi gabungan yang dilakukan di jalan Ahmad Yani, Rabu (11/6). Operasi lebih difokuskan kepada para pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak melakukan daftar ulang.

Selanjutnya Kasi Penerimaan dan Penagihan Samsat Karawang, Ayi Jaelani mengatakan, “kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu merupakan agenda rutin Samsat setiap triwulan. Setahun dilakukan empat kali, dan yang sekarang sedang dilaksanakan adalah yang kedua kalinya dan dalam operasi ini Dishubkominfo baru dilibatkan” ujarnya kepada Karawangtoday.com.

Tujuan dari Operasi ini untuk menjaring kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) atau telat membayar pajak kendaraan, dengan Tindakan menggiring pemilik kendaraan untuk membayar pajak langsung ke kantor Samsat.

"Bagi yang sudah siap bayar pajak kita pandu ke kantor samsat langsung, dan bagi yang belum siap, dikasih surat perjanjian kesanggupan bayar pajak." jelasnya
Di sisi lain Samsat juga menyediakan layanan counter bagi para wajib pajak yang berada di luar wilayah kota karawang.

Counter Untuk wilayah timur ada di Mall Cikampek, sementara untuk wilayah utara ada di Rengasdengklok. Selain menyediakan counter, Samsat juga menjalin kerjasama dengan seluruh aparat Desa.

Dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah, saat ini Dinas pendapatan daerah juga melakukan pola jemput bola, dengan cara merjunkan petugasnya turun langsung kepada masyarakat. Dan target yang ditetapkan mendapatkan pemasukan pajak dari 48 kendaraan dalam satu bulan.
"Jadi tidak ada alasan untuk wajib pajak beralasan tidak bayar pajak jauh harus ke layanan induk samsat di kota, petugas siap jemput langsung ke rumah" pungkasnya.

Selain itu kata Ayi, bahwa kecenderungan masyarakat Karawang yang tidak membayar pajak kendaraan, dipengaruhi oleh kultur masyarakat Karawang yang cenderung berkarakter typologi Agraris.
Jadi ada istilah Yarnen yaitu bayar panen.

Dalam Operasi ini terjaring 200 kendaraan perhari, namun hanya 15 kendaraan yang langsung bersedia membayar keterlambatannya.

"Intinya bukan menjaring pelanggar yang banyak, tapi lebih ke tindakan persuasif dan memberi efek jera kepada yang lalai bayar pajak kendaraan," jelasnya. (eel)

 

Category: Karawang, PeristiwaTags:
No Response

Leave a reply "Samsat Menggelar Operasi Gabungan"