Prihatin, Proyek Desa Tertinggal Dijadikan Celah Korupsi

korupsi-ilustration

Jakarta, KTD – Kasus Korupsi Proyek APBNP kembali terjadi, kali ini kebagian di Kementerian Pemberdayaan Daerah Tertinggal.

Kasus ini terbongkar dengan tertangkap tangannya Bupati Biak Numfor Yesaya Sombuk.

Bupati Biak ini ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari pengusaha Teddy Renyut, pengusaha konstruksi, di Hotel Accacia, Jakpus, pada Senin (16/6) malam. Suap diduga terkait proyek tanggul laut di Biak Numfor.

Sebenarnya pada saat terjadinya suap tersebut, anggaran untuk proyek yang berasal dari APBNP 2014  melalui KPDT belum dicairkan.

"Kami merasa prihatin sekali, di tengah problem defisit anggaran karena peningkatan subsisdi BBM sehingga terjadi pemotongan anggaran, tapi ternyata kita masih mendapati, adanya oknum kepala daerah yang menerima suap dari pengusaha hitam," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Rabu (18/6/2014).

"Yang lebih memperihatinkan suap itu untuk proyek yang ditujukan bagi kepentingan publik, masyarakat miskin yang selama ini tidak dapat sepenuhnya mendapat perhatian, baik langsung maupun tidak," tegas Bambang.

Diduga Proyek ini tidak hanya melibatkan pihak di Pemkab Biak. Proses pengusulan anggaran juga lewat kementerian PDT. Karenanya KPK juga membuka peluang membidik oknum di PDT yang diduga terkait kasus ini. (bbs)

 

Category: HukrimTags:
No Response

Leave a reply "Prihatin, Proyek Desa Tertinggal Dijadikan Celah Korupsi"