Meski Pertamina Rugi Rp 130 Tiryun, Pelabuhan Cilamaya Tetap akan Dibangun

Pelabuhan merupakan sebuah fasilitas yang dibangun untuk mensuport berbagai aktifitas transportasi laut. (Foto; Ist)

Pelabuhan merupakan sebuah fasilitas yang dibangun untuk mensuport berbagai aktifitas transportasi laut. (Foto; Ist)

Jakarta, KTD-Pembangunan pelabuhan Cilamaya, Karawang diprediksi rugikan Pertamina hingga Rp 130 triliun. Namun Pemerintah tetap ingin membangun pelabuhan tersebut  yang diproyeksikan  guna mengurangi kepadatan Tanjung Priok.

"Pelabuhan Cilamaya harusnya tetap terbangun, karena Petamina sudah bersedia memindahkan pipa-pipa minyak dan gas yang berada di bawah laut Jawa," ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S. Prianta, Rabu (25/6/14).

Dedy mengatakan, pemerintah akan menanggung biaya pemindahan pipa migas milik PHE ONWJ (anak usaha Pertamina).

"Pemerintah siapkan dana Rp 800 miliar-Rp 1,2 triliun untuk pemindahan pipa tersebut," katanya.

Pemindahan pipa migas tersebut harus dilakukan karena dikhawatirkan akan terkena jangkar kapal yang berlabuh ke Pelabuhan Cilamaya.Namun, yang masih menjadi permasalahan, pemindahan pipa-pipa migas tersebut juga akan diikuti dengan pemindahan platform atau anjungan minyak juga akan menutup operasi produksi minyak dan gas di PHE ONWJ.

"Cadangan minyak dan gas di sana diperkirakan masih bernilai Rp 90 triliun-Rp 130 triliun, ini yang masih dicari dari mana dana pengantinnya. Namun dengan terbangunnya Pelabuhan Cilamaya, itu berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp 700 triliun lebih. Jadi ini tergantung presiden nanti mau memutuskan yang mana," tutupnya. (bbs)

Category: Ekbis, KarawangTags:
No Response

Leave a reply "Meski Pertamina Rugi Rp 130 Tiryun, Pelabuhan Cilamaya Tetap akan Dibangun"