MK Putuskan Peraih Suara Terbanyak Jadi Presiden, Dua Hakim Beda Pendapat

MK

Jakarta, KTD – Akhirnya gugatan yang dilakukan oleh Forum Pengacara Konstitusi sejumlah orang tentang penafsiran UU No 42/2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada Pasal 5 Huruf O, serta Pasal 1 (1,2,3,4), Pasal 5 huruf P dan Pasal 6 yang diajukan oleh Perludem, akhirnya di putuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam putusannya Makahmah Konstitusi  memutuskan Pilpres 2014 berlangsung satu putaran dan peraih suara terbanyak menjadi presiden dan wakil presiden.  Namun ada dua hakim konstitusi, Patrialis Akbar dan Wahidudin Adam, menyatakan beda pendapat dalam putusan tersebut.

"Saya berpendapat, pilpres memang sebaiknya 1 putaran. Tapi proses penghitungan suara dilakukan secara 2 tahap," kata Patrialis dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Lebih lanjut Patrialis mengatakan, "Saya juga berpendapat, dengan tidak bermaksud untuk tidak menghormati semangat pemohon. Tetapi pemohon telah salah menempatkan kedudukan MK sebagai legislative lecture. Seperti yang sudah saya jelaskan dalam kesimpulan, saya berpendapat 1 putaran dengan penghitungan 2 tahap,"

Sementara hakim konstitusi Adam belum menjelaskan alasan beda pendapat atas putusan tersebut. (bbs

Category: PolitikTags:
No Response

Leave a reply "MK Putuskan Peraih Suara Terbanyak Jadi Presiden, Dua Hakim Beda Pendapat"