Ketua MUI : Imbau Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Dengan Fitnah

 

MUI2

JAKARTA, KTD – Situasi  politik menjelang  pemungutan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 semakin memanas. Berbagai manuver dilakukan oleh setiap pendukung dan simpatisan capres-cawapres, mulai dari kampanye hitam sampai kepada kampanye negatif yang menggunakan media jejaring sosial.

Melihat kondisi seperti itu membuat para tokoh agama, alim ulama angkat bicara. Adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Ridwan, meminta kepada masyarakat indonesia  terutama umat islam jangan sampai terjebak dengan situasi yang kian memanas ini dan harus sudah memantapkan hati dengan pilihannya.

"Makanya dalam memilih itu tentunya yang dipilih yang menguntungkan politik islam," katanya, Kamis (3/7/2014).

Selanjutnya beliau menjelaskan, “bahwa dalam ilmu fiqih itu diterangkan, kalau memilih pemimpin itu harus yang paling ringan mudaratnya, dan tidak merugikan islam serta tidak bertentangan dengan kaum muslimin, selain itu, juga tidak melanggar syariah, Jangan memilih yang pro kepada maksiat," sambungnya.

Lebih lanjut Tokoh Islam ini menjelaskan, “Bahwa di dalam Kitab Suci Alquran, diterangkan bagi orang beriman agar tidak memilih walaupun itu ayah kandungnya dan sodaranya sendiri untuk menjadi pemimpin, jika mereka lebih mementingkan kekufuran daripada keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itu orang-orang yang zalim. "Jadi itu harus jadi pegangan," ucapnya.

Cholil menerangkan, dengan memanasnya suhu politik yang terjadi saat ini, jangan sampai masyarakat bisa dibujuk dan ditukar dengan kepentingan duniawi yang sesaat dan kepentintang islam itu harus tetap dikedepankan.

"Jangan terprovokasi dengan fitnah dan tetap berpendirian pada kepentingan umat Islam," tutupnya. (bbs)

 

Category: PolitikTags:
No Response

Leave a reply "Ketua MUI : Imbau Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Dengan Fitnah"