ham

JAKARTA, KTD – Selama masa kampanye Pilpres 2014, Jokowi selalu melontarkan isu pelanggaran HAM untuk menjatuhkan rival politiknya di pemilihan presiden, Prabowo Subianto. Malahan Jokowi juga sering sesumbar tentang penegakan Hak Asasi Manusia  ( HAM ).

Pernyataan Jokowi tentang penegakan HAM, saat ini di pertanyakan oleh kalangan aktifis penegakan Hak Asasi Manusia. Karena Jokowi  menunjuk Hendropriyono sebagai penasihat Tim Transisi, padahal seperti  di ketahui bahwa Hendropriyono disebut-sebut terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM,  Munir.

Suciwati, mantan istri Munir menyindir Jokowi yang kerap menjatuhkan lawannya dengan isu pelanggaran HAM, dimana ia menyebut Jokowi ini seperti kata pepatah yang menyebut “Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, tetapi semut di ujung lautan terlihat jelas”.

“Artinya kesalahan orang lain bisa terlihat terang benderang, tapi kesalahan sendiri tidak dikoreksi,” ujarnya, Selasa (12/8/2014).

Kalau Jokowi memang  konsisten dalam hal penegakan HAM, seharusnya bisa mengeliminasi para pelanggar HAM yang ada di sekelilingnya tak terkecuali Hendro dan jangan dikasih ruang untuk bergerak atau paling tidak Jokowi membawa mereka yang ditenggarai sebagai pelanggar HAM ke Komnas HAM.

“Saya berharap Jokowi bawa mereka (pelanggar HAM) ke Komnas HAM untuk menunjukkan kalau mereka bersih atau bersalah. Nanti di sana kan ada ruang publik di masyarakat yang bisa tahu dia punya niat baik untuk menyelesaikan, tapi kita berharap ada pengadilan fair tentunya,” tegasnya.

Itu bisa dilakukan Jokowi kalau memang dirinya konsisten untuk melakukan penegakan HAM di negeri ini yang memang tidak pernah tuntas.       (bbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here