Disbudpar Karawang akan Lakukan Pengecekan Terkait Dugaan Banyak Hotel tak Berizin

???????????????????????????????

Kadisbudpar Karawang, Dadan Sugardan. (Foto: Ega)

Karawang, KTD- Terkait dengan banyaknya hotel yang berdiri di Kabupaten Karawang yang diduga tidak memiliki izin, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Karawang akan segera melakukan pendataan ulang dalam mengecek surat-surat izin rekomemdasi perhotelan.

Menurut   Kepala Disbudpar Karawang, Dadan Sugardan, pihaknya memang memberikan rekomendasi untuk pendirian hotel-hotel. Namun Disbudpar tidak akan mengeluarkan rekomendasi kepada para pengusaha hotel sebelum mereka memenuhi persyaratan.

“Dalam mendapatkan izin mereka harus melampirkan Ho, IMB, SIUP /PDP, akte perusahaannya,” ujarnya, Selasa (19/8/14).

Setelah melengkapi itu, ujarnya, mereka baru dapat surat rekomendasi. Surat rekomendasi berupa Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang harus dilampirkan kepada BPMPT untuk mendapatkan Izin Sarana dan Jasa Pariwisata (ISJP).  Sehingga dalam pengurusan perizinan usaha pariwisata, bukan hanya Disbudpar yang memproses, tetapi seperti Bappeda, Distamben, BPLH, Binamarga dan pengairan, Dishubkominfo dan instansi terkait lainnya.

“Pengawasan memang di Disbudpar, tapi jika hotelnya sudah berdiri. Kita selalu melakukan pengecekan, tentunya kita secepat mungkin akan melakukan sidak ke hotel-hotel,” ujarnya.

Diakui  Dadan, selama ini koordinasi dengan BPMPT sudah cukup baik. Namun Dadan, menyayangkan jika rekomendasi dari Disbudpar dikeluarkan kemudian ISJP sudah keluar di BPMPT. BPMPT tidak pernah memberikan surat tembusan terhadap hotel-hotel yang sudah diberikan perizinannya kepada Disbudpar.

“Seharusnya ada surat tembusan juga kepada Disbudpar jika ada perusahaan hotel atau kepariwisataan yang sudah melakukan izin,” ujarnya.

Papar Dadan, TDUP harus di perbaharui oleh para pengusaha dalam jangka selama satu tahun.

Hingga saat ini di Karawang tercatat  16 hotel melati dan 6 hotel berbintang . Namun diungkapkan oleh Dadan, untuk klasifikasi hotel berbintang dinilai oleh Pehimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI).

“Yang memiliki sertifikat hotel berbintang hanya ada dua di Kabupaten Karawang ini yaitu Furi KIIC dan Hotel Delonik,” tambahnya.

Dirinya menyayangkan banyaknya hotel yang mengaku berbintang tetapi tidak hanya sebatas akuan saja. Tidak melalui klasifikasi yang dilalui oleh PHRI.

 “Disbudpar tidak dapat melakukan klasifikasi tersebut. Tahapan hotel berbintang harus melalui proses penilaian dari PHRI,” ujarnya.  (one)

Category: Budaya, Hotel, KarawangTags:
No Response

Leave a reply "Disbudpar Karawang akan Lakukan Pengecekan Terkait Dugaan Banyak Hotel tak Berizin"