Kerukunan Antar Umat Beragama Merupakan Wujud Bhinneka Tunggal Ika

Para Tokoh Agama Foto Bersama (foto : dok)

Para Tokoh Agama Foto Bersama (foto : dok)

Karawang, KTD- Acara bertajuk Pelangi Nusantara dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke- 69 yang diadakan oleh Gereja Katolik Kristus Raja Bersama Karawang dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) digelar Minggu malam (31/8) berlangsung sangat meriah. Ratusan orang dari berbagai umat beragama di Karawang memenuhi halaman Gereja tersebut dengan penuh antusias. Acara yang dilaksanakan tiap tahun secara bergiliran dari semua agama, malam itu menampilkan pagelaran seni dan budaya yang khas dari semua agama.

Pimpinan Gereja Katolik Kristus Raja Bersama Karawang , Pst. R.P. Yohanes Barualamsyah yang juga pelindung kegiatan, dalam sambutannya menyampaikan arti pentingnya persaudaraan antar umat sebagai kekuatan sebuah bangsa. Perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) harus mampu dikelola menjadi potensi dengan baik dengan menjunjung tinggi persamaan dengan menanggalkan adanya keberbedaan.

”Yang harus kita junjung adalah nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kesejahteraan dan kebangsaan, sebagai nilai-nilai universal. Keberbedaan menjadi keniscayaan yang harus kita tanggalkan,” ungkapnya

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Bupati Karawang yang malam itu hadir bersama Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Cellica mengharapkan dengan keberadaan berbagai agama yang ada di Karawang harus bisa menumbuhkan rasa solidaritas dan kasih sayang demi kemajuan Karaawang. “Meskipun kita berbeda agama, kita harus menjadikan Karawang sebagai milik kita semua. Kita harus bersama-sama membangun demi kemajuan Karawang,” jelasnya.

Dalam rangkaian acara ini, masing-masing perwakilan agama diberi waktu untuk menyampaikan untaian kata yang berisi peneguhan arti pentingnya kebersamaan. Mewakili Agama Islam, H. Ahmad Marzuki mengapresiasi pelaksanaan acara sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia.

“Kami dari Nahdlatul Ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah terbukti mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan yang mengdepankan kebersamaan, keadilan, dan kebebasan,” ucap Ketua PCNU Kabupaten Karawang.

Sementara dari perwakilan agama Budha, Aking Saputra dalam penyampaiannya  menguraikan sejarah keharmonisan kehidupan umat beragama pada era kerajaan Majapahit. Pada masa tersebut seorang pujangga besar Mpu tantular telah menyusun karya sastra Sutasoma, yang didalam mukadimahnya tersurat sebuah kalimat yang memiliki makna terdalam guna membina kerukunan persatuan dan persatuan antar umat beragama.

Pada saat Majapahit yang mayoritas penduduknya beragama Hindhu Siwa juga memberikan ruang untuk menghormati penganut Budha sebagai minoritas.

“Siwa Buddha Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”. Kalimat ini yang penting menjadi pedoman kita di tengah-tengah kehidupan dengan ajaran agama yang berbeda,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta yang didaulat untuk memberikan kata sambutan menyampaikan pidato yang sarat dengan nilai-nilai filosofis. Sebenar-benarnya kehidupan manusia bagi Dedi merupakan keselarasan manusia dengan alam. Disisi yang lain, ditekankan Dedi, kemajuan dan pembangunan bangsa, harus berorientasi untuk memanusiakan manusia sebagai manusia.

“Esensi kehidupan adalah bersenyawa dengan tanah, air, udara dan matahari. Jangan sampai kita melupakan bumi kita, yang saat ini sebagai tempat kita berpijak. Masyarakat dari berbagai agama, suku dan daerah manapun, yang saat ini berada di tanah Karawang, tentu harus menjadikan Karawang sebagai tanah airnya yang selalu harus dijaga dan dirawat,” papar Dedi penuh filosofis.

Dalam acara ini, seni dan budaya ditampilkan oleh masing-masing agama antara lain, Barongsay dari agama Konghucu, Tari Tor-Tor dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Tari khas Bali dari agama Hindhu dan juga penampilan dari kelompok fans Iwan Fals yang tergabung dalam organisasi Oi (Orang Indonesia) Karawang. (yfs)

Category: Karawang, PeristiwaTags:
No Response

Leave a reply "Kerukunan Antar Umat Beragama Merupakan Wujud Bhinneka Tunggal Ika"