Paedofil Incar Indonesia, Thailand dan Filipina

ilustrasi

ilustrasi Paedofil. (Ist)

Jakarta, KTD- Kasus kekerasan seksual masih terus mengancam anak-anak Indonesia setiap tahunnya. Menurut Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso,  Indonesia masih menjadi target utama wisata kaum paedofil.

"Di kawasan ASEAN, Indonesia adalah target utama wisata paedofil. Selain itu, ada Thailand dan Filipina, tapi Indonesia memang jadi tujuan utama," ujar Agus.

Mantan Deputi Hukum Bank Indonesia itu menuturkan, negara-negara maju biasanya memiliki data-data warga negaranya yang merupakan kaum paedofil. Dengan data yang lengkap tersebut, negara bersangkutan bisa memantau pergerakan warga negaranya yang memiliki penyimpangan seksual tersebut.

Informasi masuknya 200 turis asing paedofil diterima PPATK, kata dia, lantaran lembaga intelijen keuangan negara itu diminta untuk menelusuri aliran dana orang asing yang masuk ke Indonesia melalui oknum yang disebut EO (event organizer).

Dalam kasus ini, lanjut Agus, otoritas negara setempat melaporkan adanya pergerakan orang-orang yang terdata sebagai paedofil masuk ke Indonesia, melalui paspor yang bersangkutan.

"Makanya kita dilapori ada 200 orang menuju Indonesia. Saya sudah berkoordinasi dengan kepolisian," ucapnya.

Ratusan paedofil dari warga negara asing itu masuk ke Indonesia tahun 2014 secara serentak. Mereka difasilitasi oleh oknum di dalam negeri yang bertindak sebagaiEO.

Sebagai lembaga intelijen keuangan negara, PPATK diminta kepolisian negara tetangga itu untuk menelusuri aliran dana orang asing yang masuk ke Indonesia melalui oknum yang disebut EO tersebut.

Agus mengatakan, para EO itu yang kemudian mengarahkan para turis paedofil untuk masuk ke daerah-daerah tertentu. Tujuannya mencari target anak-anak di perkampungan. Daerah-daerah yang disasar antara lain, beberapa daerah di Sumatera, Cianjur, Semarang, Solo, Palu, dan Bali.

Anak- anak yang mereka sasar pun beragam. Kaum paedofil membaginya ke dalam kategori, yakni anak yang berusia 4 hingga 8 tahun, anak remaja muda dari usia 9 hingga 11 tahun, dan anak remaja berusia 12-15 tahun.

"Kalau sudah 15 tahun ke atas biasanya sudah pelacuran anak-anak," ujarnya.

Modus yang mereka gunakan juga bermacam-macam. Para turis paedofil itu sudah mendapat informasi sebelum masuk ke daerah-daerah di Indonesia melalui internet. Agus menyebutkan, bekal informasi yang diterima kaum pedofil itu antara lain, dengan menyiapkan dana bagi warga kampung.

"Pokoknya kalau ke Indonesia bawa cokelat untuk anaknya, bawa uang 10 dolar untuk ibunya, 1 dolar kalau ada polisi, kalau ada masalah. Happy hunting!" terang Agus mengutip informasi yang diterima kaum paedofil melalui situs internet.

Agus menjelaskan, anak-anak yang menjadi target mereka di kampung-kampung itu umumnya akan diminta duduk di pangkuannya, dibelai, dipeluk, hingga dicium. Ada juga anak yang disuruh telanjang sambil bermain air hujan.

"Anak-anak ini terus difoto. Harga foto itu Rp250 ribu. Bisa dijual loh. Jadi ada yang bikin foto, bikin video, dan ada yang lihat langsung, macam-macam modusnya. Yang pasti semua kegiatan itu bikin mereka orgasme," papar Agus. (bbs)

Category: HukrimTags:
No Response

Leave a reply "Paedofil Incar Indonesia, Thailand dan Filipina"