Derita TKW asal Karawang Bawa Benih Nista Dari Yordania

Ketua SBMI Karawang, Didin Ch saat memberikan dana santunan ke Warsiah

Ketua SBMI Karawang, Didin Ch saat memnyampaikan dana santunan ke Warsiah. (Foto: Yuda Febrian)

Karawang, KTD- Penderitaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak henti- hentinya menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Karawang. Seperti Warsiah (40) TKW asal Dusun Langgen Jati RT 03/01 Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan. Dia mengalami tindak asusila saat bekerja di Yordania. Namun, saat ini sudah bisa kembali ke tempat asalnya dengan keadaan hamil.

Sebelumnya, Warsiah merupakan TKW dari PT.Indosadya yang nasibnya terkatung-katung. Meski sudah berupaya melaporkan ke pihak sponsor yang memberangkatkannya, tapi tak ada respon terkait kasus pemerkosaan yang dialaminya. Hingga, akhirnya ia dipulangkan ke Indonesia dengan keadaan hamil muda. Sambungnya, ketika bekerja di Yordania, waktu itu dia hendak pergi belanja ke toko, dan di tengah jalan dirinya diculik, disekap dan dibawa ke rumah kosong.

“ Disitu saya diperlakukan kasar dan diperkosa.Saya juga tidak bisa keluar rumah karena ditahan dan dikurung dirumah itu sendirian selama hampir satu tahun lebih. Kabarnya majikan juga mencari saya dan melaporkannya ke polisi sampai akhirnya polisi menemukan saya di rumah tersebut dan akhirnya dipulangkan," ungkapnya kepada karawangtoday.com.

Saat ini, Warsiah pulang membawa benih hasil perbuatan nista itu sejak 14 Mei 2014 yang sekarang sudah 9 bulan. Dirinya hanya pasrah dengan keadaan, entah bagaimana nasib anak yang akan dilahirkannya.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Karawang Didin Ch menjelaskan, kasus pemerkosaan yang dialami Warsiah bukanlah hal aneh, karena banyak TKW yang mendapatkan perilaku tak bermoral ketika menjadi TKW di luar negeri. Padahal, para TKW yang mayoritas menjadi pekerja Rumah Tangga di Negara Timur Tengah itu hanya ingin mengubah nasibnya agar hidupnya sejahtera, bisa punya rumah, menyekolahkan anak-anaknya.

Dalam kasus yang dialami Warsiah, memang terdengar sangat kejam. Warsiahmenceritakan awal kejadian dirinya diperkosa dan  masalah yang dialami Warsiah belum tersentuh oleh pemerintah.

"Selama ini, kami SBMI Karawang sudah berusaha mencari dana bantuan baik melalui media sosial maupun lainya untuk membantu Warsiah yang sedang hamil 9 bulan,” ujarnya.

Dan dari penggalan dana melalui media sosial tersebut ia mendapatkan total dana bantuan sebesar $144.10 dan dikirim jadi Rp. 1.344.174.

"Donatur tersebut asal dari Singapore bernama Ummai. Beliau sempat bicara langsung via telepon dengan Warsiah dan mengucapkan semoga bantuan itu sedikit membantu meringankan bebannya," terangnya.

Diakui Warsiah, baru kali ini ia menerima bantuan berupa uang yang diterimanya dari Serikat Buruh Migrant Indonesia (SBMI) Karawang. Bantuan itu akan dipergunakan untuk proses bersalin yang mungkin beberapa minggu ini akan berlangsung.

"Saya sangat berterimakasih kepada SBMI Karawang yang sudah menyalurkan bantuan dari Singapura untuk saya,"pungkasnya. (yfs) 

Category: Karawang, PeristiwaTags:
No Response

Leave a reply "Derita TKW asal Karawang Bawa Benih Nista Dari Yordania"