Akibat Regulasi Berubah, Kerap Jadi Sandungan Hukum Pengusaha Jasa Konstruksi

pekerja konstruksi

Ilustrasi pekerjaan kontruksi . (ist)

Bandung, KTDAkibat regulasi yang sering berubah-ubah dan masa sosialisasi yang sempit, dinilai Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutrisno  kerap menjadi sandungan para pengusaha konstruksi yang berakhir  dengan kasus hukum.

"Banyak peraturan baru dalam dunia jasa konstruksi yang belum terpahami dan diketahui para pebisnis jasa konstruksi," kata Agung, Kamis (09/10/14).

Ia menyebutkan, pada era persaingan yang kian ketat dan lebih profesional, sudah saatnya, para pelaku bisnis jasa konstruksi melek hukum dan regulasi. Jika tidak, kata dia dapat terjerat permasalahan yakni tindak pidana korupsi.

Menurut Agung, tidak banyak pelaku usaha jasa konstruksi yang memahami regulasi berkenaan dengan bidang tersebut karena kerap terjadi perubahan peraturan.

Perlu berbagai upaya sosialisasi berkaitan dengan kerap terbitnya peraturan baru jasa konstruksi. Sosialisasi itu kata dia tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga aparat penegak hukum.

"Sejauh ini, cukup banyak pelaku usaha jasa konstruksi yang terjegal kasus hukum karena kurang memahami regulasi-regulasi yang cukup sering berubah-ubah. Para pelaku usaha jasa konstruksi pun proaktif untuk lebih memahami beragam regulasi baru," katanya.

Padahal menurutnya korupsi dapat menjadi sebuah faktor penghambat pembangunan dalam hal melakukan persiapan ketersediaan sarana infrastruktur.

"Tidak hanya korupsi, juga perlu adanya stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum," pungkasnya. (ade)

Category: Ekbis, PropertiTags:

No Response

Leave a reply "Akibat Regulasi Berubah, Kerap Jadi Sandungan Hukum Pengusaha Jasa Konstruksi"