Gagal Panen Ancam Ribuan Hektar Sawah Di Kecamatan Tegalwaru

gagal panen ancam ribuan hektar saawah

Karawang, KTD - Ribuan hektar sawah di wilayah selatan Karawang mengalami kekeringan,  adalah Kecamatan Tegalwaru Dipastikan para petani di daerah tersebut mengalami gagal panen. Bahkan puluhan petani mengalami depresi karena modal yang sudah di keluarkan menjadi sia-sia.

"Kami prihatin dengan tanaman sawah yang tengah tumbuh namun terancam tidak berkembang karena debit air yang kurang sehingga tanaman padi pun terancam gagal panen," ucap Mahju, petani Cikamunding, Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru.

Menurut dia, saat ini sekitar 200 petani yang ikut menggarap sawah di desanya benar-benar cemas, karena menurunnya debit air  sejak musim kemarau berkepanjangan di tahun ini.

"Dua tahun sebelumnya debit air disini tidak pernah menurun karena sumber air ada dua tempat yaitu dari Cikatulampa masuknya Kecamatan Pangkalan serta Kali Cibeet yang mengaliri Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan bahkan Cariu di Kabupaten Bogor. Semuanya mengalami penurunan debit air seperti yang terjadi saat ini," katanya.

Ia mengaku secara teknis tidak mengetahui secara pasti berapa persen penurunan debit air di Desa Cintawargi yang mengairi ratusan hektar lahan sawah di Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Cariu.

"Penurunan debit air karena musim kemarau memang dari sumbernya yang sudah kekeringan, ketika pematang sawah petani yang letaknya paling ujung lokasi persawahan mulai tidak mendapatkan pasokan air, saat itu baru diketahui kalau debit air mulai berkurang," ucap Mahju.

Dilanjutkannya, sejak akhir Juli hingga Agustus bahkan sampai Oktober ini sudah ada 45 petani sawah yang mengalami depresi yang luar biasa karena kebingungan bagaimana ke depannya bisa bertahan, serta menanam kembali padi di musim penghujan mendatang.

Hal ini di benarkan Markan (53) petani yang mengalami kesulitan biaya karena modal yang telah dikeluarkansudah habis-habisan menghadapi musim kemarau ini. Ia mengaku mengatasi kekurangan air untuk tanaman sawah yang tengah tumbuh dan berkembang sudah semaksimal mungkin disiasati, namun tetap hasilnya sia-sia karena musim kemarau ini paling ekstrim. "Jangan untuk mengairi sawah untuk mandi dan kepentingan sehari hari pun kami kesulitan," katanya.

Dia mengatakan untuk keperluan sehari-hari pun saat ini sulit dan mencari ke beberapa tempat sampai menemukan sumber air.

"Sampai berjam-jam kami mencari di mana sumber air berada bahkan sampai ke beberapa daerah yang menjadi tetangga desa, tetap saja gagal," ucap Markan.(tom)

 

Category: Karawang, PeristiwaTags:
No Response

Leave a reply "Gagal Panen Ancam Ribuan Hektar Sawah Di Kecamatan Tegalwaru"