Alumni IPB Kembangkan Durian Asli Karawang

Telagasari Kembangkan Durian asli Karawang

Drs. Wawan Kawista Memamerkan Durian Asli Karawang

Karawang, KTD - Menjamurnya varietas durian yang dijajakan di Karawang ternyata bukanlah asli durian yang tumbuh di Karawang. Karena hampir lebih dari 50 tahun terakhir, kebun-kebun durian di Karawang semakin menyusut, bahkan punah.

Di sela-sela panen durian Sitokong yang dikembangkan di pekarangan rumahnya, penyelia tanaman Drs. Wawan Kawista  mengatakan, varietas durian lebih dari seribu macam. Menurutnya Karawang pernah memiliki durian khas. Ini bisa bahkan melegenda menjadi nama desa di Kecamatan Klari, yakni Desa Duren.

Dulu kenangnya, di desa tersebut menjadi andalan kebun durian dengan nama Durian Walahar, sementara walahar sendiri adalah nama seorang kakek pemiliknya yaitu Mbah Walahar. Sayangnya, dirinya yang melakukan pencarian-pencarian jenis durian yang tersohor montok dan legit itu berpuluh-puluh tahun tidak lagi menemukannya.

Sementara saat ini, ada beberapa masyarakat yang mengembangkan tanaman durian secara pribadi dengan jenis varietas durian montong, sitokong dan lainnya, itu berkembang di Desa Darawolong dan Kiarapayung. "Karawang sudah tidak ada kebun durian, di Loji pun sama sudah semakin mengikis, yang kita beli itu ya dari impor atau tumbuh dari kabupaten lain," ujarnya.

Alumni Institut Pertanian Bogor ini menambahkan, dirinya baru mengembangkan duren Sitokong sebatas di rumahnya. Varietas ini beda pada umumnya, karena di setiap bagian belahan durennya sangat nampak juring seperti garis yang ada di buah belimbing dengan bobot sekitar 2 kiloan dan lebih cepat matang dengan aroma yang khas dan daging yang manis legit. Sayangnya, panen durian sitokong ini mengalami kendala akibat kemarau yang berkepanjangan dengan suhu yang begitu panas.

Disisi lain, kadar air juga kurang membuat ukuran-ukuran durian ini kecil meskipun sudah matang.  Durian ini tambah Wawan, khas Jawa Barat yang pada umumnya tumbuh DPL-nya harus di atas ketinggian 100 lebih. Usia duren sitokong ini 90 hari sampai matang yang dalam setahun dapat dipanen dua musim. "Saya kembangkan saja sitokong ini, kedepan juga akan dicoba durian pelangi sampai durian berwarna merah kecoklatan," imbuhnya.

Penanamannya sendiri, selain penggalian tanah 1 meter dan perawatannya yang khusus, namun dirinya menggunakan pola tanam okulasi bukan cangkok atau stek. Dalam 3 tahun, durian akan mulai berbuah. Idealnya dalam satu pohon durian berbuah sempurna sekitar 40 buah, jika lebih dirinya selalu memetik dini lebihnya. Itu dilakukan agar durian bisa lebih besar dan bagus, karena jika lebih dari 40 akan kecil dan kekurangan nutrisi. Ia berharap kedepan Karawang bisa meniru kampung-kampung dan sentra durian dari kabupaten lainnya, seperti restoran durian, kebun durian dan sejenisnya agar di Karawang semakin banyak tanaman produktif.

"Harapan saya, pemkab bisa membuat restoran duren dan mengembangkan perkebunan durian kembali," tutupnya. (Tom)

Category: Karawang, PeristiwaTags:
No Response

Leave a reply "Alumni IPB Kembangkan Durian Asli Karawang"