Ketua DPRD Karawang Akan Panggil PN Terkait Sengketa Tanah

Tono Bahtiar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang (Foto : Yuda)
Tono Bahtiar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang (Foto : Yuda)

Karawang, KTD – Eksekusi tanah seluas 350 hektar yang berada di 3 Desa yakni Desa Margamulya, Wanakerta dan Wanasari oleh PT. Sumber Air Mas Pratama (SAMP) berujung permasalahan terkait aspek sosial pasca eksekusi.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang Tono Bahtiar menuturkan permasalahan eksekusi tanah yang dinyatakan pengadilan dimenangkan oleh PT. SAMP memang secara aspek hukum sudah syah. Namun, ada aspek sosial yang ditimbulkan dari eksekusi tersebut, jadi secara aspek sosial permasalahan tersebut belum selesai.

“Kami di dewan sudah mencoba saran pendapat kepada pengadilan untuk ditunda dulu  eksekusi tanah tersebut sebelum aspek sosial terselasaikan,” ujarnya kepada karawangtoday.com sat ditemui di Aula Husni Hamid, Senin (30/06/14).

Ditambahkannya, dirinya sudah memberikan surat kepada Komisi A untuk segera semua pihak diundang untuk membicarakan penyelesaian korban pasca eksekusi berdasarkan musyawarah dan mufakat.

Sementara itu, Teddy R.S selaku Sekertaris Daerah Karawang, menjelaskan akan segera merelokasi sekolah dan para muridnya yang terkena eksekusi tanah oleh PT. SAMP.

“Saya sudah koordinasi ke disdikpora untuk segera merelokasi sekitar 6 sekolah dasar, “jelasnya. (yfs)

 

Related posts

Leave a Comment