Bupati Purwakarta Akan Menghapus SMP

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Purwakarta, KTD– Satu lagi sebuah pemikiran yang gelontorkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, kali ini sang Bupati mengeluarkan sebuah kebijakan di bidang pendidikan, yaitu akan menghapus jenjang pendidikan menengah (SMP).

Keputusan yang sebagian orang atau kelompok dinilai sebagai keputusan yang nyeleneh bahkan dianggap kontroversi, sebab keputusan ini diambil oleh seorang Bupati bukan oleh seorang menteri dan belum ada seorang Bupati atau Gubernur yang mengeluarjan jeputusan kotroversial tersebut.

Ketika disinggung mengenai keputusan yang kontroversial tersebut,  Dedi menjelaskan alasan menghapus SMP di Purwakarta. Menurut dia, negara selama ini tidak pernah mengenal jenjang pendidikan menengah tingkat pertama. Tetapi hanya tingkat dasar, tingkat menengah dan tingkat tinggi.

“Kan negara ini tidak mengenal jenjang menengah pertama, lantas kenapa dibuat? Lebih baik disatukan saja dengan SD. Jadi setelah lulus SD sembilan tahun, siswa langsung masuk SMA atau SMK,” kata Dedi.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa, selama ini pemerintah sudah memberikan amanat wajib belajar sembilan tahun. Karena itu, dia tak mau amanat yang dijalankan rakyat itu terputus di tahun ke enam dan harus melanjutkan di jenjang berbeda.

“Kalau pendidikan wajib sembilan tahun untuk apa terputus di tahun keenam dan harus pindah jenjang? Ini kan tidak tepat. Seharusnya dilanjutkan sampai tahun kesembilan. Jadi semua siswa dapat merasakan pendidikan minimal sembilan tahun tanpa terputus,” terangnya.

“Sementara kita menyesuaikan dengan pusat. Jadi siswa kelas enam SD masih ikut ujian nasional. Namun setelah lulus mereka akan melanjutkan ke kelas tujuh dan akan lulus di kelas sembilan untuk melanjutkan ke SMA atau SMK,” tutup sang Bupati. (bbs)

Related posts

Leave a Comment