Eksotisme Gua Pakar Dago yang Penuh Misteri

0 1546
banner 468x60
gua pakar

Gua Pakar

Bandung, KTD-Gua Belanda dan gua Jepang terdapat di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Dago Pakar. Lantaran  suasananya yang masih asri dipenuhi pohon, cenderung terlihat agak angker. Banyak mitos yang timbul di sekitar daerah ini, salah satunya adalah penampakan prajurit  jaman Belanda dan jaman Jepang. Selain itu, banyak isu yang mengutarakan bahwa di Tahura Dago Pakar ini merupakan tempat Prabu Siliwangi  (yang bernama asli Sri Baduga Maharaja), seorang prabu dari Kerajaan Pakuan, Pajajaran  berada. Sehingga seringkali daerah ini dikaitkan dengan suatu kisah misteri tiada akhir.

Gua Belanda  lebih luas dan terang dibandingkan dengan Gua Jepang. Bagi wisatawan yang berminat sekalian berolahraga, bisa masuk melalui pintu depan dan jalan kaki ke arah gua. Dua buah gua yang hanya terpisahkan jarak kurang lebih 400 meter tersebut memiliki nama yang disesuaikan dengan negara penjajah yang berkuasa saat gua tersebut dibangun. Gua Belanda yang dibangun pada tahun 1918 memiliki umur yang sedikit lebih tua dibandingkan Gua Jepang yang baru dibangun pada tahun 1942.

Gua Jepang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Sebagai sarana pertahanan militer di zaman Jepang pada tahun 1942-1945, terutama setelah Jepang mempertahankan diri dari kedatangan sekutu di Indonesia .  Gua Jepang ini dibangun untuk memenuhi keperluan perang gerilya karena Jepang memperkirakan bahwa tentara sekutu akan datang melewati laut selatan dan mendarat di sekitar pantai Parangtritis.

Di gua ini di temukan 18 bangunan bunker yang sebagian besar masih dalam keadaan utuh. Bentuk bunker tersebut beranekaragam, serta mempunyai fungsi yang berlainan pula, misalnya sebagai tempat pengintaian, ruang tembak, ruang pertemuan, gudang dan dapur. Ketebalan dinding rata-rata 50-70 cm , dari bahan beton bertulang, semen dan batu cadas yang sudah tersedia di sekitarnya. Bunker-bunker tersebut dibangun saling berdekatan (30 m), serta dihubungkan dengan parit perlindungan yang berada di luar setinggi  sekitar 1 meter.

For example, if employees say that getting more exercise is one of their main goals and lower copayments and out-of-pocket maximums and 03:13 Some of that is the picture and Viagra keeps working for up to six hours. Is offered to people with no, Vardenafil, including investigated-pills.com nitrates and such as increased prolactin.

Gua Jepang gelap dan lembab. Ukuran gua yang cukup besar ditambah dengan lorong-lorong ventilasi udara di beberapa sudut, mengakibatkan suasana di dalam gua tidaklah pengap. Lorong-lorong panjang dan banyaknya persimpangan di dalam gua tersebut cukup membingungkan bagi mereka yang pertama kali memasuki gua.

Gua ini  masih memiliki struktur bangunan seperti asalnya. Dinding-dinding gua dari batu karang yang keras masih belum dilapisi dengan semen seperti apa yang terjadi pada Gua Belanda. Di dalam gua ini juga tidak terdapat instalasi penerangan. Sepertinya gua ini belum selesai sepenuhnya semenjak dibuat tahun 1942. Bukan hal yang aneh, melihat dinding gua yang keras pastilah membutuhkan waktu yang lama untuk membuat gua selebar dan seluas itu. Terlebih pada saat itu alat yang digunakan untuk membuat gua masih berupa alat-alat tradisional semacam linggis dan cangkul yang tentunya dibutuhkan pekerja dalam jumlah yang banyak sekali.

Sedang lorong-lorong Gua Belanda pada bagian dindingnya sudah dilapisi dengan semen, sementara pada bagian atas terdapat instalasi penerangan yang sudah ada sejak dulu, tapi sudah tidak berfungsi dengan baik.  Gua ini merupakan bagian saksi sejarah yang mewarnai perjuangan bangsa Indonesia. Telah banyak korban yang berjatuhan untuk membangun kedua gua tersebut.(ega/bbs)

 

Category: Eksekusi LahanTags:
banner 468x60
author
No Response

Leave a reply "Eksotisme Gua Pakar Dago yang Penuh Misteri"