900 Tamatan SD yang Tidak Tertampung Dianjurkan Masuk ke SMP Terbuka

Karawang, KTD- Sistem penerimaan siswa didik baru yang tahun ini mulai menerapkan zonasi dan pembatasan jumlah siswa, dipastikan masih memunculkan sejumlah kendala. Pasalnya dengan sistem tersebut, setidaknya lebih dari 900 siswa tamatan SD, tidak tertampung di SMP Negeri maupun swasta di Kabupaten Karawang. Hal itu dibenarkan Kadisdikpora Kabupaten Karawang, H. Dadan Sugardan.
Melihat kondisi tersebut, 900 Siswa SMP yang tidak tertampung saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dianjurkan untuk melanjutkan ke sekolah terbuka. Rujukan untuk masuk ke sekolah terbuka, kata Dadan, menjadi salah satu solusi terbaik guna mengatasi permasalahan siswa yang tidak tertampung.
“Beberapa SMP negeri di wilayah kota yang masih ada kelas sisa, sudah siap untuk menampung siswa dengan konsep sekolah terbuka. Informasinya, SMPN 1 Karbar sudah membuka 4 kelas. Kemungkinan di sekolah lainnya juga ada,” kata Dadan.
Dadan menjelaskan, pada aturan PPDB online No 17 tahun 2017, SMP hanya diperbolehkan menerima 11 rombongan belajar (rombel), dimana 1 rombel-nya hanya dibatasi 32 siswa. Hal ini, sambungnya, berpengaruh pada jumlah kelas yang tidak terpakai. Pasalnya di tahun-tahun sebelumnya, beberapa SMP di Karawang pada saat PPDB online ada yang menerima lebih dari 10 rombel.
“Tahun ini jelas ada SMP yang memiliki kelas kosong karena tidak ada siswanya. Kelas kosong itu nantinya akan digunakan untuk sekolah terbuka. Namun bagaimana sistematikanya, itu masih dibahas lebih lanjut,” jelasnya.
Seperti diketahui tahun ini pemerintah pusat membuat aturan terkait sistem penerimaan siswa didik baru. Salah satunya penerapan zonasi. Sistem zonasi ini dibuat untuk mengatasi pelajar berburu masuk ke sekolah-sekolah favorit yang jauh dari tempat dia berdomisili atau keluar dari daerahnya. Pasalnya, penerimaan murid baru di sekolah-sekolah negeri sebelumnya menggunakan nilai tertinggi yang berasal dari nilai evaluasi belajar murni (NEM).
Akibatnya, banyak muncul sekolah-sekolah favorit yang berdampak negatif pada beberapa hal, seperti para murid berlomba untuk masuk sekolah favorit tersebut, sehingga banyak sekolah yang kurang favorit jadi kekurangan murid. Tidak hanya zonasi, sekolah negeri juga diwajibkan hanya bisa menerima sepertiga dari jumlah ruang belajar yang dimiliki. (Panji)

Related posts

Leave a Comment