Gelar Perkara, Polres Karawang Beberkan Kronologis Terbunuhnya Remaja Anak Pejabat BUMN

Karawang, KTD- Polres Karawang merelease gelar perkara pengungkapan kasus penculikan dan pembunuhan terhadap korban seorang anak pejabat BUMN Perum Peruri, Fathan Ardian Nurmiftah (19) yang jasadnya ditemukan pada hari Rabu (13/01/2021) kemarin.

Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan kronologis kejadian tersebut bermula dari ajakan tersangka utama JF atau biasa dipanggil Bang Joe, Minggu (10/1/2021) malam untuk bertemu dengan korban. Setelah bertemu, kemudian korban diajak ke kamar kontrakan tersangka (HA) alias Ucen di
Kampung Cilalung Desa Mekarjaya Kecamatan Purwasari, Karawang.

“Di kamar kontrakan seluas 3X4 meter inilah. JF menagih janji kepada korban yang pernah berniat meminjaminya uang. Keduanya berdebat sampai JF memukul korban. Tak terima, korban juga membalas pukulan tersebut dan terjadilah perkelahian antara keduanya. Namun korban seketika tewas setelah kepalanya dibenturkan ke tembok beberapa kali dan dicekik. JF membunuh korban juga karena sakit hati dibilang orang tidak mampu oleh korban. Korban meninggal sekitar Minggu malam pukul 23.00 WIB,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, kata Kapores, HA alias Ucen yang saat itu berada di luar kamar kontrakannya, langsung masuk ke kamar kontrakannya kaget melihat kondisi korban yang terlentang tak bergerak. Antara JF dan HA juga sempat berdebat. Namun, pelaku JF akhirnya berhasil membujuk HA.

“Setelah memastikan korban tewas, mereka mengikat tangan serta kaki korban dengan tali rafia yang dililit menggunakan sarung. Jasad korban kemudian dimasukan ke dalam sebuah kantung plastik lalu digulung menggunakan bed cover atau kasur lipat,” papar Kapolres.

Masih kata Kapolres, pada Senin (11/1/2021) pagi, kedua pelaku pelaku ini menghubungi pihak keluarga korban untuk meminta uang tebusan sejumlah Rp 400 Juta dan mentransferkan uang tersebut ke sebuah rekening milik HA alias Ucen. Para pelaku juga memberikan ancaman jika permintaanya tidak dituruti, korban akan dibunuh. Padahal posisi korban saat itu sudah meninggal dunia.

“Posisi jasad korban masih ada di kamar kontrakan hingga 2 hari sebelum akhirnya jasad korban dibuang pada Rabu (13/01/2021) dinihari oleh pelaku R hingga ditemukan pada sekitar pukul 05.48 WIB, Rabu (13/01/2021) pagi,” ungkapnya. (red)

Related posts

Leave a Comment