Inovasi TTG ‘SMK Membangun Desa’, Program Inovasi SMK PGRI Telagasari

Karawang, KTD – SMK PGRI Telagasari menggelar sosialisasi ke 28 perangkat dari 14 desa di Kecamatan Telagasari dalam program ‘SMK Membangun Desa’ di aula lab SMK PGRI Telagasari, Karawang, Senin pagi (24/5).

Kegiatan yang digelar hingga 29 Mei 2021 tersebut, secara khusus menawarkan pembelajaran Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) baik life skill maupun soft skill bagi pemerintah desa untuk dikolaborasikan secara berkesinambungan.

Kepala SMK PGRI Telagasari, Yanyan Sopiyan, mengatakan, tujuan kerjasama antara SMK dan desa ini didasari untuk pemenuhan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), juga pemanfaatan inovasi TTG untuk percepatan pembangunan desa.

“Program ini melibatkan keterampilan warga sekolah berikut pemanfaatan aset-aset sekolah untuk kebutuhan desa.”

“Kita tawarkan sesuai kebutuhan desa, karena skill-nya dari kami,” terangnya.

Secara teknis, SMK yang mendapat program unggulan CoE (Center Of Excellence) ini, menawarkan pembelajaran, pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan. “Tahap awal ini kita lakukan pembinaan teknologi informatika, semacam pelatihan office, pembuatan aplikasi maupun program khusus lainnya di bidang teknologi,” papar Yanyan.

Untuk pemanfaatan inovasi TTG, kata Yanyan, pihaknya menawarkan rupa-rupa pelatihan, semisal pengelasan, pembuatan generator hemat energi, kompor hemat energi dan lainnya. “Sedangkan di bidang pertanian, kita tawarkan pelatihan pembuatan alat pengusir hama burung, pompa air hingga bank sampah yang semuanya sudah mendapat pengakuan resmi, dari tingkat kabupaten hingga nasional,” ulasnya.

“Hanya kembali lagi, semua bentuk kerjasama nanti ke depan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan desa,” sambungnya.

Camat Telagasari, Yetti Kurnia mengapresiasi adanya program SMK membangun desa ini.

Sebab, pemanfaatan teknologi tidak hanya diperlukan di kalangan pengusaha dan ASN saja, tapi juga diperlukan di tingkatan desa.

“Pembelajaran teknologi dan inovasi TTG ini amat penting bagi desa-desa. Tinggal nanti ke depan para kades mesti memetakan kebutuhan apa saja di desa, karena di SMK sudah mumpuni untuk memberikan pelatihan,” jelasnya.

Pengawas Pembina SMK PGRI Telagasari dari KCD Wilayah IV Jawa Barat, Ahmad Jaenudin menambahkan, program ini merupakan kolaborasi SMK dan pemerintah desa untuk bersama-sama membangun desa. “SMK punya skill-nya, desa punya peluang dan kesempatannya,” tuturnya.

“Karena pada prinsipnya, dua hal inti dalam program ini, yaitu membangun SDM desa dan membangun ekonomi masyarakat desa ke arah yang jauh lebih baik,” terangnya. (red)

Related posts

Leave a Comment