Lonjakan DBD Terjadi di Lima Kecamatan Kabupaten Karawang

Karawang, KTD – Lonjakan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kabupaten Karawang terjadi di bulan Mei 2021. Sepanjang bulan Mei terdapat 108 kasus DBD dari total 276 kasus selama 2021. Satu warga meninggal dunia karena DBD.

Kasus paling banyak terjadi di lima kecamatan padat penduduk, yaitu Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, dan Cikampek.

Namun meski begitu, Dinas Kesehatan Karawang memprediksi lonjakan kasus DBD tidak akan separah tahun 2020 kemarin.

“Ada lonjakan lumayan, tapi tidak akan seperti tahun kemarin. Jumlahnya masih di bawah tahun kemarin. DBD kan ada siklus lima tahunan sekali. Peningkatan terjadi di tahun kemarin,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dr. Nanik Djojana, saat melakukan foging di Perum Graha Puspa, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Senin (24/5).

Karawang jadi langganan kasus DBD tiap musim pancaroba. Apalagi di daerah padat penduduk. Menurut dr. Nanik, kondisi cuaca di musim pancaroba turut membantu perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa DBD.

“Pancaroba itu kan kadang panas, kadang hujan. Begitu hujan terjadi genangan air, bisa di tempat-tempat sampah atau di tempat-tempat tidak terpakai,” imbuh dr. Nanik.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, penanganan DBD memerlukan kerja ekstra karena selama ini pemerintah fokus menangani COVID-19.

“Kami rutin melakukan foging. Foging DBD ini kan harus melihat kasusnya, kalau ada kasusnya, kami langsung masuk foging. Kami juga imbau ke masyarakat agar selalu kerja bakti membersihkan saluran dan tempat sampah,” kata Aep. (red)

Related posts

Leave a Comment