Tak punya Satgas, Pemkab Karawang Kembali Tutup Perusahaan Kawasan Industri Ternama

Karawang, KTD – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menutup sebuah perusahaan yang tidak memiliki satgas Covid-19 di salah satu kawasan industri ternama di wilayah Karawang Barat. Selain tidak memiliki Satgas, perusahaan tersebut juga tidak melakukan pelaporan kasus terkonfirmasi positif serta tracing terhadap karyawan yang terpapar hingga ke lingkungan keluarganya.

Hal tersebut sangat disayangkan karena masih ada perusahaan yang tidak memahami SOP penanganan Covid-19 di bidang industri.

“Perusahaan bapak saya tutup selama 2 hari dan bisa lebih apabila dalam waktu 2 hari itu bapak belum membentuk satgas Covid serta berkomunikasi tentang SOP penanganan Covid-19 di bidang industri terhadap pengelola kawasan,” tegas Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (27/7/2021) siang.

Sidak tersebut didampingi Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.H., M.SI, Dandim 0604 Karawang Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo, Kajari Karawang Tohom Hasiholan., S.H., M.H dan Kepala Disperindag H. Suroto. Sidak dilakukan di 2 perusahaan

Bupati Cellica mengaku kecewa karena pihak kawasan masih sangat abai terhadap peraturan pandemi covid-19 yang berlangsung hampir 2 tahun ini. Bahkan ternyata masih saja ditemukan
perusahaan yang tidak memiliki satgas Covid-19 di kawasan industri.

“Kami sangat menyayangkan. Dari kasus ini akhirnya kami berkesimpulan
bahwa masih ada perusahaan yang belum paham terhadap SOP penanganan Covid-19,”imbuh Bupati.

Atas kejadian tersebut, Bupati langsung
mengadakan pertemuan dengan seluruh Satgas Covid perusahaan yang berada di kawasan untuk berdiskusi membahas kendala serta mengarahkan para Satgas Covid-19 serta pengelola kawasan untuk melakukan edukasi serta melakukan SOP penanganan Covid-19.

Bupati secara tegas meminta seluruh pengelola kawasan lebih peka dan lebih detail dalam mengedukasi serta membagikan aturan serta SOP penanganan Covid-19 agar tidak terjadi hal yang sama.

“Hari ini kami sidak di 2 perusahaan. Perusahaan pertama kami menemukan ada yang memproduksi oksigen lebih dari jumlah biasanya, namun produksi tersebut tidak disupply dengan baik, dan hanya disupply untuk industri saja. Kedua kami sidak perusahaan yang ternyata tidak punya satgas covid. Kami meminta ini harus menjadi perhatian serius untuk para pengelola kawasan,” terang bupati. (red)

Related posts

Leave a Comment