Legenda Nyi Gentis Sari Cikal Bakal Curug Cigentis Karawang

Karawang, KTD – Dibalik sejuknya air terjun Curug Cigentis Karawang, terdapat sebuah kisah yang melegenda tentang perempuan berparas cantik bernama Nyi Gentis Sari.

Bagi mayoritas masyarakat Karawang, kisah Nyi Gentis Sari mungkin masih asing terdengar ditelinga. Beruntung detikcom telah mendapatkan kisahnya dari penuturan Abah Konong (56) pengelola dari Curug Cigentis Karawang juga selaku tokoh masyarakat.

Abah Konong menuturkan dari cerita turun-temurun asal-usul Curug Cigentis tidak terlepas dari legenda Nyi Gentis Sari. Konon diceritakan, Nyi Gentis Sari merupakan perwujudan pusaka milik Eyang Resi Tajimalela yang dibuang oleh para wali ke laut.

“Jadi pusaka Eyang Resi Tajimalela itu sempat dibuang ke laut oleh para wali, namun setelahnya sosok perempuan cantik tiba-tiba datang secara misterius ke para wali saat musyarawah penyebaran syiar Islam,” kata Abah Konong saat ditemui di Curug Cigentis Karawang, Senin (18/10/2021).

Lanjutnya, saat para wali bermusyawarah di Panca Tengah Buana atau saat ini Gunung Sanggabuana untuk mengatur pembagian penyebaran dakwah Islam. Tiba-tiba sosok perempuan berparas cantik tanpa nama dan alamat menghampiri para wali.

“Saat ditanya siapa nama dan dari mana, perempuan yang menghampiri para wali menjawab dari pusaka yang dibuang ke laut,” ungkapnya.

Setelah itu, para wali kemudian menyuruh perempuan misterius itu untuk bersuci, dengan cara mengambil wudhu. Namun karena tidak ada air untuk bersuci, para wali akhirnya berdoa dan meminta air.

“Setelah para wali berdoa meminta air, setelah itu dengan kekuasan Allah, tiba-tiba air mengalir di sela bebatuan dan perempuan itu lalu bersuci atau berwudhu,” terangnya.

Usai bersuci, perempuan itu diberikan nama oleh para wali dengan nama Nyi Gentis Sari sebagai tersebut diberikan nama oleh para wali dengan sebutan Nyi Gentis Sari yang bermakna penyangga atau penjaga.

“Jadi nama Nyi Gentis Sari diberikan oleh para wali yang artinya penyangga panca tengah buana yang kemudian dikenal Curug Cigentis,” tandasnya. (red)

Related posts

Leave a Comment