BPBD Karawang Klaim Siaga Hadapi Banjir, Apa Saja Persiapanya?

Karawang, KTD – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengklaim telah mempersiapkan segala kemungkinan mewaspadai adanya bencana di musim penghujan tahun ini. BPBD menyatakan siap dan siaga menghadapi banjir di sejumlah wilayah di Karawang.

“Tidak benar kalau Kabupaten Karawang dikatakan tidak ada persiapan menghadapi banjir, justru kita lebih siap siaga'” Ungkap Kepala BPBD Karawang, Yasin Nasrudin disela rapat zoom meeting kesiapan menghadapi musim penghujan, Jumat (5/11/21) siang.

Dari kesiapan itu dikatakan Yasin, selain perahu Karet yang dimiliki untuk evakuasi banjir, juga stok kebutuhan logistik sembako aman.

” Untuk perahu alhamdulillah kita punya sejak bulan Juli- Agustus dari BNPB dan dari Pupuk Kujang, kita memiliki perahu lipat yang kemarin sudah di uji coba di irigasi, perahu yang kita miliki ada beberapa jenis ukuran, nanti itu ada yang buat evakuasi dan membawa kebutuhan logistik, dan untuk perahu prostelin sudah kita tempatkan 1 di Cilamaya dan 1 di Cikampek,”kata Yasin.

Terlebih itu Yasin juga mengungkapkan, dimusim penghujan kali ini dengan ancaman adanya badai La nina ( curah hujan tinggi disertai angin puting beliung) agar masyarakat waspada.

” Kami sudah menyiapkan segala hal untuk antisipasi, termasuk satgas disituasi saat ini agar selalu waspada,” paparnya.

Kemudian menurut Yasin, ada 18 titik Kecamatan di Kabupaten Karawang yang memang menjadi kerawanan banjir dilintasi air sungai Citarum, sungai Cibe’et, Cikaranggelam,dan Ciherang.

” itu sudah kita atur sedemikian rupa, yah mudah-mudahan sih nggak terjadi banjir,” bebernya.

Lanjut Yasin, Namun menurut prediksi justru puncak curah hujan tinggi akan terjadi dibulan Januari -Pebruari 2022.

” bahkan diprediksi mulai bulan Desember ini curah hujan akan tinggi, kebetulan hari ini kita sedang zoom meeting dengan BNPB terkait curah hujan La Nina,”ujarnya.

“intinya, untuk kesiapan di musim penghujan tahun ini BPBD Kabupaten Karawang sangat siap bilamana terjadi banjir, baik perahu untuk evakuasi dan kebutuhan logistik Sembako, dan lain-lain yang menjadi kebutuhan masyarakat terdampak banjir,” Pungkasnya. (red)

Related posts

Leave a Comment