Standar Pelayanan Minimal Kesehatan, Dinkes Lakukan Skrining TBC di Rengasdengklok

Karawang, KTD – Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatakan kasus TBC di Kabupaten Karawang menjadi masalah yang harus ditemukan dan diobati. Sampai saat ini Kasus TBC ini menjadi salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, dr. Yayuk Sri Rahayu. MKM saat melaksanakan skrining Tuberkulosis (TBC) dalam rangka penemuan aktif kasus TBC pada populasi umum, yang berlokasi di Rengasdengklok pada Kamis (18/11/2021) pagi kemarin.

“Artinya semua yang dicurigai sebagai TBC harus di berikan pelayanan sesuai standar.” Kata Yayuk saat di wawancarai mediaseruni.

Yayuk menambahkan Dinkes memiliki standar pelayanan untuk mendiagnosis moekuler yakni dengan Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Di Karawang mempunyai lima tempat untuk mendiagnosis yakni di RSUD Karawang, Rumah Sakit Paru dan tiga Puskesmas Lemah Abang, Cikampek dan Batujaya,” tambahnya.

Adapun target penemuan kasus di kabupaten Karawang Yayuk memaparkan pada tahun 2019 dari target 6.792 yang berhasil di temukan 5.280 dinyatakan sembuh 3165. Tahun 2020 dari target 5.722 berhasil di temukan 4.880 dinyatakan sembuh 3.926 dan tahun 2021 sampai bulan November dari target 5.722 berhasil di temukan 3.632 dinyatakan sembuh 3076.

“Ini merupakan kondisi di Kabupaten Karawang dan akan terus di cari oleh teman-teman puskesmas sampai akhir tahun 2021.” Pungkasnya.

Sementara, Erman Varella selaku Senior technical officer di yayasan KNCV mengatakan kementrian kesehatan tengah berupaya memenuhi cakupan kasus TBC di Indonesia, pasalnya Indonesia merupakan negara dengan beban TBC Nomor 3 di dunia pada tahun 2021. Sehingga kementrian kesehatan konsen dan terus berupaya untuk menemukan kasus di masyarakat melalui skrining dan edukasi mengenai TBC.

“Karena dengan upaya menemukan sebanyak mungkin kasus, kita bisa cegah, kita bisa obati, serta dapat mencegah penularan kepada orang orang di sekitarnya,” kata Erman.

Erman berharap disamping skrining yang dilakukan, dirinya juga mengedukasi masyarakat tentang TBC dirinya berharap masyarakat sadar untuk berobat di Puskesmas, karena diagnosis TBC gratism begitupun pengobatannya.

“Berharap masyarakat bisa melakukan skrining sebanyak mungkin dan segera melakukan pemeriksaan di puskesmas jika terbukti positif TBC, masyarakat bisa melakukan pengobatan sampai sembuh,” tandasnya. (red)

Related posts

Leave a Comment