MUI Karawang Kumpulkan Kyai, Bahas Michat, Pinjol hingga Aliran Sesat

Karawang, KTD – Aplikasi pengguna sekitar atau Michat menjadi salah satu tema krusial yang dibahas oleh para Kyai. Mereka diberikan informasi dan gambaran oleh seorang narasumber yang aktif berselancar di media sosial (medsos).

Para kyai berkumpul dalam acara yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang. Mereka tengah mengikuti pelatihan dakwah khusus dan bahtsul masail diniyah di Aula Islamic Centre Karawang, Senin (27/12/2021) pagi.

Yayan Sopian selaku Ketua Pelaksana mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mencari solusi masalah sosial keagamaan yang terjadi di masyarakat.

“Kegiatan ini diuraikan suatu persoalan yang terjadi di masyarakat dan dari persoalan tersebut yang berhubungan dengan status hukumnya dari kacamata fikih. Adapun masalah-masalah yang dibahas, yang sekarang tengah menjadi trend di masyarakat kita,” kata Yayan.

Yayan menjelaskan, dua tema krusial dibahas dalam acara tersebut, yakni soal pinjaman online dan maraknya penggunaan aplikasi Michat. Dari kedua tema itu, dihadirkan dua narasumber kompeten, yang nantinya bisa menjelaskan gambaran kepada para peserta yang sebagian besar seorang kyai.

“Kyai kyai kita kan perlu tahu apa yang sedang trend saat ini, sehingga nanti bisa memberikan tema ini kepada masyarakat ketika mereka berdakwah. Kyai kyai yang kebanyakan berasal dari pedalaman ini mana ngerti Michat. Khusus untuk pinjol, kita juga hadirkan korbanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Karawang, Tajudin Nur mengatakan kegiatan ini digelar juga sebagai wadah untuk memberikan titik terang terkait aliran sesat, yang keberadaanya di tengah masyarakat semakin eksis.

Ia menyatakan, Kabupaten Karawang menjadi daerah yang rawan disusupi aliran sesat. Seperti contoh kasus yang pernah terjadi ada seseorang mengaku Nabi di Karawang pada medio 2016.

“Untuk itu acara ini bisa dijadikan sosialisasi kepada para ulama agar lebih mengenal seperti apa aliran sesat tersebut. Jangan jangan disekitar kita ada, tapi kita tidak tahu. Atau selama ini kita menyesatkan aliran, padahal salah,” ucapnya. (red)

Related posts

Leave a Comment