Karawang,KTD- Fakta menyebutkan bahwa perilaku menyimpang yang berakibat angka kriminalitas tinggi, ternyata dilakukan oleh para remaja dibawah umur. Mirisnya, tindakan tersebut dilakukan berdasarkan pengaruh penggunaan lem hisap. Keberadaan lem hisap yang dianggap ilega memicu aksi penyalahgunaan pemakaian lem makin trend di kalangan anak=anak remaja. Mereka yang cenderung tidak tahu akibat negatif dari lem ini, merasa senang dan tenang setelah menggunakannya. Sesaat setelah pemakaian mereka akan merasa “ngefly”,padahal sebab pada kadar tertentu dapat menyebabkan kematian mendadak.

Berbeda dengan jenis narkoba yang lain, lem sangat mudah didapatkan dengan harga yang cukup murah. Bahkan karena fungsi sebenarnya sangat bermanfaat, banyak yang tidak menyangka ada risiko di balik uap lem yang baunya cukup menyengat.

Anak-anak jalanan pasti mengenal istilah ngelem, yakni menghirup uap lem hingga mabuk. Efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba yang lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya.
lem hisap

” Karena keasyikan ngelem,mereka kadang-kadang tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan”kata Pengendalian Penyakit ,dr.Rina .

Menurutnya hal ini sama seperti narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sementara dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak (Sudden Sniffing Death).

“Bukan hanya lem, beberapa produk rumah tangga maupun bahan bakar minyak seperti bensin yang mudah menguap (volatile) juga bisa disalahgunakan untuk mabuk-mabukan ,”pungkasnya.(may)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here