UMK

 

Karawang,KTD – Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2016 dinilai akan memperburuk kondisi industri bidang tekstil, sandang, kulit (TSK). Syamsu Sobar, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karawang mengatakan, saat ini, banyak perusahaan yang tidak sanggup mengikuti keputusan penambahan UMK yang beberapa waktu lalu diketok palu oleh Plt. Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana.

“Besaran umk yang ditetapkan dewan pengupahan Karawang dianggap memberatkan, dipastikan beberapa perusahaan akan melakukan pengurangan tenaga kerja,” ujar Syamsu saat ditemui dikantornya,Rabu(25/11).

Selain memgurangi pekerja, Syamsu mengatakan saat ini ada pengusaha yang berencana memindahkan seluruh asetnya ke luar Karawang. Daerah seperti Majalengka, Subang dan Garut mulai dilirik.

“Karena upah disana lebih rendah daripada di Karawang,” ungkap dia. 

Sektor TSK adalah industri yang padat karya. Syamsu menilai kenaikan upah Rp 10 ribu saja bisa sangat memberatkan pengusaha. “Sedangkan di Karawang, kenaikan bisa mencapai Rp 200 sampai 300 ribu,” kata dia. Syamsu mencontohkan PT Tri Golden Star Wisesa Industries (TWI) saat ini mereka sudah pindah ke Majalengka.

“Mereka mengejar upah rendah, walaupun resiko distribusi barang lebih jauh,” kata dia. “Daerah itu juga disokong tol Cipali, secara infrastruktur juga mendukung,”

Syamsu memprediksi jika UMK Karawang selalu menjadi yang tertinggi di Indonesia, ia mengatakan dengan sendirinya investasi di Karawang akan
menciut. Ia mencatat ada 66 perusahaan TSK dan Garmen yang menjadi anggota Apindo Karawang.

“Saat ini, ampir 30 perusahaan itu kerepotan,” ungkap dia. Sabtu malam, 21 November 2015 lalu, pelaksana tugas Cellica Nurrachadiana mengumumkan kenaikan upah minimum sektor TSK Karawang sebesar Rp 3.332.735, naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 2.970.000.(may)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here