Karawang, KTD- Hari ini tahun ajaran baru sekolah dimulai. Baik sekolah Playgrup (PG), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD). Sebagai orang tua, rata-rata mereka rela mengantar anak-anaknya masuk sekolah.
Di SDN Karawang Wetan 2. Para orangtua terlihat berada di luar gerbang menunggu anak-anaknya yang baru masuk sekolah. Tampak pula beberapa anak menangis karena melihat ibunya di luar pagar.
“Ikut mama pulang, ga mau sekolah,” kata seorang pelajar SDN tersebut, Zizi (6) merengek minta pulang kepada gurunya, Eni (32).
Sang ibu yang biasa dipanggil Hartati (34) mengaku sejak pagi anaknya semangat berangkat ke sekolah dan sarapan. Namun setibanya di sekolah, anaknya malah merengek minta pulang.
“Ikut mama saja pulang, ga mau kalau mama ga ikut masuk,” cerita ibu yang berhijab ini.
Namun, meski jarak rumah dan sekolahnya hanya 500 meter, pantang baginya membawa anaknya pulang. ” saya tidak mau manjain, nanti besok besok nangis minta pulang,” tambahnya.
Sementara Sunarti (36) yang rumahnya di daerah Tanjung Pura menuju ke SDN Nagasari 3, yang jaraknya sekitar 3 Km. Dia dan Ari sang suami mengantar anaknya sekolah mengendarai sepeda motor.
“Saya sama suami mengantar anak saya ke sekolah di SDN Nagasari 3. Sekalian pingin tahu anaknya nangis apa tidak, alhamdulillah anaknya tidak cengeng,” kata Narti, warga perantau dari solo ini.
Narti beralasan menyekolahkan anaknya ke SDN Nagasari 3 yang jaraknya 3 Km, karena dirinya belum tentu tinggal selamanya di Tanjungpura.
“Saya kos di Tanjungpura. Belum tentu nanti saya tinggal di sana terus,” ujarnya.
Setiap hari, Narti dan Ari yang berdagang di pasar baru ini berusaha mengantar jemput anaknya ke sekolah selama seminggu.
“Ini kan awal masuk sekolah. Nanti paling seminggu diantarkan. Selanjutnya nanti menggunakan antar jemput,” tambahnya.
Selain pasangan Narti dan Ari, hari pertama sekolah banyak orang tua, terutama ibu-ibu juga mengantar anaknya sekolah. Namun, mereka tidak bisa menemani anaknya hingga masuk kelas. Dan hanya menunggu di luar pintu gerbang. Para wali murid pun hanya bisa menyaksikan anaknya di luar pagar yang terkunci.
Sedangkan para siswa mulai dari kelas I sampai VI, tampak berdiri di halaman sekolah. Pihak sekokah memperkenalkan satu per satu para guru kelas I SD hingga wali kelas. (Cr10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here